5 Tips Keuangan saat Naik Gaji, biar Gak Cepat Habis!

- Hitung penghasilan bersih setelah pajak dan potongan lain dengan membandingkan slip gaji, agar dana tambahan yang benar-benar tersedia bisa diketahui sebelum membuat rencana.
- Perbarui bujet berdasarkan kebutuhan rutin, cicilan, tabungan, investasi, dan hiburan tanpa otomatis menaikkan gaya hidup, supaya kenaikan gaji tidak habis tanpa terasa.
- Alokasikan sebagian kenaikan gaji untuk tabungan pensiun atau investasi jangka panjang; kontribusi pensiun dapat ditingkatkan, termasuk melalui program seperti JHT dan JP.
Mendapat kenaikan gaji tentu terasa menyenangkan karena ada tambahan uang yang bisa kamu gunakan setiap bulan. Setelah sekian lama mengatur keuangan dengan penghasilan sebelumnya, kamu mungkin langsung terpikir untuk membeli barang yang sudah lama diinginkan.
Namun, jangan buru-buru menganggap seluruh kenaikan gaji sebagai uang belanja tambahan, ya. Ada beberapa langkah finansial yang sebaiknya kamu lakukan supaya penghasilan lebih besar benar-benar bisa memperbaiki kondisi keuangan. Dengan begitu, kenaikan gaji gak cuma bikin gaya hidup naik, tapi juga membantumu mencapai tujuan finansial dalam jangka panjang.
1. Hitung kembali penghasilan bersihmu

ilustrasi menghitung dengan kalkulator (unsplash.com/Jakub Żerdzicki) Kenaikan gaji belum tentu membuat jumlah uang yang masuk ke rekening bertambah sebesar nominal kenaikannya. Ada berbagai potongan yang perlu diperhitungkan, termasuk pajak dan potongan lain dari perusahaan.
Oleh karena itu, sebelum membuat rencana penggunaan uang tambahan, kamu perlu tahu dulu berapa penghasilan bersih yang benar-benar akan diterima setiap bulan. Cara paling sederhana adalah kamu bisa membandingkan slip gaji sebelum dan sesudah mendapatkan kenaikan.
Menurut Chloe Moore, seorang certified financial planner sekaligus pendiri Financial Staples, seseorang sebaiknya memahami dampak kenaikan penghasilan terhadap take-home pay dan kondisi pajaknya. Pasalnya, kenaikan pendapatan dapat memengaruhi jumlah pajak sehingga tambahan uang yang diterima bisa berbeda dari perkiraan awal.
Kamu juga bisa menggunakan kalkulator gaji untuk memperkirakan penghasilan bersih setelah berbagai potongan. Setelah mengetahui angka sebenarnya, barulah kamu bisa menentukan berapa uang yang aman untuk digunakan.
2. Sesuaikan bujet tanpa ikut menaikkan gaya hidup

ilustrasi budgeting (freepik.com/shurkin_son) Setelah mengetahui penghasilan bersih baru, langkah berikutnya adalah memperbarui anggaran bulanan. Kamu bisa mulai dengan melihat kembali kebutuhan rutin, cicilan, tabungan, investasi, serta pengeluaran untuk hiburan. Dari sana, tentukan bagian mana yang memang perlu mendapatkan tambahan dana dan mana yang sebenarnya masih bisa dipertahankan seperti sebelumnya. Hindari langsung menaikkan semua pos pengeluaran hanya karena sekarang gajimu lebih besar, ya.
Moore juga menyarankan agar kamu meluangkan waktu untuk memikirkan hal-hal yang benar-benar penting dan bisa membuat hidup terasa lebih bahagia. Saran ini penting karena kenaikan penghasilan sering membuat seseorang tergoda untuk meningkatkan gaya hidup secara otomatis. Misalnya, dulu cukup makan di tempat sederhana, lalu setelah gaji naik, kamu jadi lebih sering memilih restoran mahal. Kalau kebiasaan seperti ini terus bertambah, uang tambahan bisa habis tanpa terasa dan tujuan finansialmu justru semakin jauh.
3. Tambahkan porsi tabungan pensiun

ilustrasi menabung (magnific.com/magnific) Kenaikan gaji juga bisa menjadi kesempatan untuk memperbesar dana yang kamu siapkan untuk masa depan. Daripada seluruh uang tambahan digunakan untuk belanja, kamu bisa mengalokasikan sebagian untuk tabungan pensiun atau instrumen investasi jangka panjang. Langkah ini membuat kenaikan penghasilan tidak hanya terasa manfaatnya sekarang, tetapi juga bisa membantu membangun kondisi finansial yang lebih kuat di kemudian hari. Semakin cepat kamu meningkatkan kontribusi, semakin besar peluang dana tersebut berkembang dalam jangka panjang.
Moore merekomendasikan kontribusi setidaknya 15 persen dari penghasilan tahunan ke rekening pensiun, termasuk kontribusi dari pemberi kerja. Kalau sebelumnya kamu hanya menyisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan pensiun, kenaikan gaji bisa menjadi momen untuk meningkatkan kontribusimu.
Di Indonesia, pekerja penerima upah juga memiliki program BPJS Ketenagakerjaan, seperti JHT dan JP, yang sebagian iurannya memang ditanggung oleh perusahaan. Dengan begitu, tambahan penghasilan tidak harus seluruhnya digunakan untuk memperbesar pengeluaran, tetapi bisa diarahkan untuk memperkuat persiapan finansial di masa depan.
Kenaikan gaji memang patut disyukuri, tetapi kamu tidak harus langsung mengubah gaya hidup secara drastis. Langkah pertama yang penting adalah menghitung berapa penghasilan bersih yang benar-benar masuk setelah kenaikan tersebut.
Setelah itu, sesuaikan bujet berdasarkan kebutuhan dan alokasikan sebagian tambahan penghasilan untuk tujuan jangka panjang. Dengan cara ini, kenaikan gaji gak cuma membuatmu punya lebih banyak uang untuk dibelanjakan, tapi juga membuat kondisi finansialmu lebih aman.






















