Danantara Serahkan Pengelolaan Whoosh ke Kemenkeu 15 September

- Danantara akan menyerahkan pengelolaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh kepada Kementerian Keuangan pada 15 September 2026.
- Kemenkeu masih menyusun skema pengelolaan Whoosh, dengan kemungkinan melibatkan dua BLU atau SMV, tetapi lembaga yang dipilih belum diputuskan.
- PSBI akan menghibahkan seluruh 60 persen sahamnya di KCIC kepada Kemenkeu pada September, sementara 40 persen saham tetap dipegang konsorsium China.
Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan pengelolaan kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan diserahkan Danantara kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada 15 September 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan Kemenkeu masih menggodok skema pengelolaan Whoosh, termasuk opsi melibatkan beberapa Badan Layanan Umum (BLU) atau Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu.
"Yang jelas akan diserahkan ke kita 15 September," kata Purbaya di kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
1. Berbagai skema masih terus dibahas

Ilustrasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh. (dok. KCIC) Purbaya menyebut sejumlah BLU dan SMV berada di bawah Kemenkeu, seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), PT Geo Dipa Energi, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP).
"Kita masih godok bentuknya yang paling pas seperti apa. Kita bisa melibatkan beberapa SMV dari Kementerian Keuangan. Tapi belum saya umumkan, karena belum tahu. Masih dalam proses diskusi," ujar Purbaya.
2. Ada opsi 2 BLU akan dilibatkan kelola Whoosh

Loket pembelian tiket di Stasiun Kereta Cepat Whoosh. (dok. KCIC) Menurutnya, setidaknya ada kemungkinan dua BLU atau SMV akan dilibatkan secara langsung dalam pengelolaan Whoosh setelah aset tersebut diserahkan oleh Danantara.
"Dua mungkin. Bisa juga kita pakai SMV yang kecil dan juga yang besar. Kita lihat nanti skema yang paling pas seperti apa, masih diolah," tuturnya.
Dengan demikian, skema pengelolaan Whoosh di bawah Kemenkeu belum diputuskan. Pemerintah masih melakukan pembahasan untuk menentukan lembaga yang paling tepat menangani pengelolaan kereta cepat tersebut.
3. Nantinya, PSBI tidak lagi memegang saham KCIC 60 persen

Kereta api cepat Whoosh Jakarta Bandung (youtube.com/sekretariatpresiden) PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) selaku konsorsium BUMN pada PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang mengelola Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) akan menghibahkan seluruh saham di KCIC kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
PSBI adalah konsorsium BUMN yang terdiri dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) atau PTPN VIII.
Dengan proses itu, maka posisi PSBI tak lagi diperlukan. PSBI sebelumnya memegang 60 persen saham di KCIC, dan 40 persen sisanya dikantongi oleh konsorsium China (Beijing Yawan HSR Co. Ltd).
“Iya (tidak diperlukan lagi), konsorsium kita kan. Iya, betul, dialihkan, dihibahkan,” kata Dony saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Dony mengatakan, dengan proses itu, maka persoalan BUMN di proyek Kereta Cepat bisa diselesaikan.
“Dialihkan dulu prosesnya, yang penting selesai. Pengin gak selesai Whoosh ini kan? Kan bagus,” tutur Dony.
Dony mengatakan, proses menghibahkan saham PSBI di KCIC ke Kemenkeu akan diselesaikan September mendatang.
“Iya, September,” ujar Dony.

















