Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Kebiasaan Belanja Ini Buktikan Kamu Memang Cerdas Finansial

7 Kebiasaan Belanja Ini Buktikan Kamu Memang Cerdas Finansial
ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari, belanja di supermarket (magnific.com/rawpixel.com)
  • Membuat daftar, makan sebelum belanja, dan mengecek stok dapur membantu memprioritaskan kebutuhan serta menghindari pembelian impulsif dan barang duplikat.
  • Menjadwalkan belanja, membeli kemasan ekonomis sesuai kebutuhan, serta menilai biaya produk praktis membuat anggaran lebih terkontrol tanpa memicu pemborosan makanan.
  • Membawa tas belanja pakai ulang dan menggunakan uang tunai sesuai anggaran dapat menekan biaya kecil berulang sekaligus melatih disiplin pengeluaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Belanja kebutuhan sehari-hari mungkin terlihat seperti aktivitas sederhana, tapi kebiasaan kecil saat berbelanja ternyata bisa menunjukkan bagaimana kamu mengelola uang, lho. Apalagi ketika harga kebutuhan terus berubah, kamu perlu lebih jeli supaya pengeluaran gak diam-diam membengkak.

Orang yang cerdas finansial biasanya bukan berarti selalu membeli barang termurah, melainkan tahu kapan harus membeli dan kapan sebaiknya menahan diri. Mereka juga punya cara sendiri untuk menghindari pembelian impulsif yang sebenarnya gak terlalu dibutuhkan.

Nah, kalau beberapa kebiasaan berikut sudah sering kamu lakukan, bisa jadi kamu memang sudah cukup pintar dalam mengatur pengeluaran.

  1. 1. Kamu selalu belanja dengan daftar

    ilustrasi shopping list (pexels.com/Gustavo Fring)
    ilustrasi shopping list (pexels.com/Gustavo Fring)

    Salah satu kebiasaan sederhana yang bisa menunjukkan kalau kamu cerdas finansial adalah membuat daftar belanja sebelum pergi ke toko. Dengan daftar, sudah ada gambaran mengenai barang apa saja yang benar-benar diperlukan. Kamu juga jadi lebih gampang memperkirakan berapa banyak uang yang harus disiapkan untuk sekali belanja. Cara ini dapat membantumu supaya gak gampang tergoda mengambil barang yang sebenarnya gak ada dalam rencana.

    Daftar belanja juga membuat kegiatan berbelanja terasa lebih terarah, terutama ketika supermarket sedang ramai dan banyak promo bertebaran. Kamu bisa mencatat kebutuhan berdasarkan menu yang ingin dimasak, stok yang sudah habis, atau barang yang memang harus segera dibeli. Dengan begitu, perhatianmu gak terlalu mudah dialihkan oleh berbagai produk yang terlihat menarik. Kebiasaan sederhana ini menunjukkan kamu lebih mengutamakan kebutuhan daripada keinginan sesaat.

  2. 2. Kamu makan dulu sebelum pergi belanja

    ilustrasi makan pasta (pexels.com/Lisa Fotios)
    ilustrasi makan pasta (pexels.com/Lisa Fotios)

    Pergi belanja dalam keadaan lapar ternyata bisa membuatmu lebih rentan membeli makanan secara impulsif. Ketika perut kosong, berbagai makanan yang dipajang di toko bisa terlihat jauh lebih menggoda dibandingkan biasanya. Akibatnya, isi keranjang belanja bisa bertambah meskipun barang-barang tersebut sebenarnya gak ada dalam daftar. Kamu yang memilih makan terlebih dahulu sebelum belanja sudah mengambil langkah kecil untuk mengurangi godaan tersebut.

    Survei yang dilakukan Dole Food Company bersama OnePoll menemukan lebih dari 75 persen pembeli bahan makanan mengaku pernah melewati anggaran ketika berbelanja dalam keadaan lapar. Kondisi lapar juga bisa membuat seseorang lebih sulit mengikuti daftar yang sudah dibuat sebelumnya. Jadi, makan terlebih dahulu bukan cuma soal menjaga kenyang, tapi juga bisa membantumu lebih disiplin terhadap anggaran. Kalau perlu, kamu bisa menyiapkan camilan sebelum berangkat supaya gak tergoda membeli makanan tambahan di toko.

  3. 3. Kamu gak belanja kebutuhan setiap hari

    ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari, belanja di supermarket
    ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari, belanja di supermarket (magnific.com/senivpetro)

    Kalau kamu terbiasa membeli kebutuhan makanan sedikit demi sedikit setiap hari, coba perhatikan lagi kebiasaan tersebut. Belanja terlalu sering bisa membuatmu lebih sering terpapar promo, pajangan produk, dan berbagai godaan untuk membeli sesuatu di luar kebutuhan. Sebaliknya, orang yang cerdas finansial cenderung membuat perencanaan untuk berbelanja dalam jumlah lebih besar pada waktu tertentu. Kamu bisa menentukan jadwal, misalnya sekali seminggu atau setiap dua minggu, sesuai kebutuhan rumah tangga.

    Cara ini juga membuatmu lebih mudah mengatur anggaran secara keseluruhan. Kamu bisa memperkirakan kebutuhan makanan sekaligus mempertimbangkan pengeluaran lain seperti tagihan, transportasi, atau kebutuhan bulanan. Membeli beberapa barang sekaligus juga memungkinkan kamu memilih ukuran kemasan yang lebih ekonomis jika memang benar-benar akan digunakan. Namun, tetap pastikan jumlahnya sesuai kebutuhan, ya, supaya penghematan gak berubah menjadi pemborosan akibat makanan yang terbuang.

  4. 4. Kamu gak gampang membayar lebih demi kenyamanan

    ilustrasi supermarket, buah potong, semangka, melon
    ilustrasi supermarket, buah potong, semangka, melon (magnific.com/jannoon028)

    Makanan yang sudah dipotong, dikemas, atau siap dimasak memang praktis, tapi biasanya ada harga tambahan untuk kenyamanan tersebut. Kamu yang cerdas finansial akan mempertimbangkan apakah tambahan biaya itu memang sepadan dengan manfaat yang didapat. Kalau punya waktu dan kemampuan untuk menyiapkan sendiri, kamu mungkin memilih membeli bahan dalam bentuk biasa. Dengan begitu, kamu bisa menghemat uang tanpa harus mengorbankan kebutuhan utama.

    Kebiasaan ini bukan berarti kamu harus selalu menghindari semua produk praktis, lho. Kalau membeli sayuran yang sudah dipotong bisa menghemat banyak waktu dan memang sesuai dengan kondisi keuangan, pilihan tersebut tetap masuk akal. Intinya, kamu tahu kapan kenyamanan layak dibayar dan kapan sebenarnya hanya membuat pengeluaran bertambah. Sikap seperti ini menunjukkan bahwa kamu membeli berdasarkan pertimbangan, bukan sekadar mengikuti dorongan untuk mendapatkan sesuatu secara instan.

  5. 5. Kamu mengecek isi dapur sebelum belanja

    ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari, belanja di supermarket, shopping list, daftar belanja
    ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari, belanja di supermarket, shopping list, daftar belanja (magnific.com/pvproductions)

    Sebelum membuat daftar belanja baru, kamu mungkin terbiasa membuka kulkas, freezer, dan lemari penyimpanan terlebih dahulu. Kebiasaan ini kelihatannya sepele, tapi bisa mencegah membeli barang yang sebenarnya masih tersedia di rumah. Kamu bahkan bisa menemukan bahan makanan yang hampir terlupakan dan menggunakannya untuk membuat menu baru. Dengan begitu, uang yang tadinya akan dipakai untuk membeli bahan tambahan bisa disimpan untuk kebutuhan lain.

    Merencanakan makanan berdasarkan stok yang sudah ada juga membantu mengurangi makanan yang terbuang. Misalnya masih ada sayuran, telur, dan bahan makanan lain yang belum habis, kamu bisa mencari kombinasi menu dari bahan tersebut sebelum pergi ke toko. Setelah stok lama dimanfaatkan, barulah membeli barang yang benar-benar kurang. Kebiasaan seperti ini menunjukkan bahwa kamu gak hanya memikirkan harga saat membeli, tapi juga memaksimalkan barang yang sudah kamu bayar.

  6. 6. Kamu terbiasa membawa tas belanja sendiri

    ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari, belanja buah, tas belanja, shopping bag
    ilustrasi belanja kebutuhan sehari-hari, belanja buah, tas belanja, shopping bag (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)

    Membawa tas belanja yang bisa digunakan berulang kali merupakan kebiasaan kecil yang bisa membantu mengontrol pengeluaran. Kamu gak perlu terus-menerus membeli atau membayar kantong tambahan ketika berbelanja. Walaupun penghematannya mungkin terlihat kecil dalam satu kali transaksi, kebiasaan yang dilakukan berulang bisa memberikan perbedaan dalam jangka panjang. Selain itu, kamu juga mengurangi penggunaan barang sekali pakai.

    Menurut penelitian dalam Frontiers in Psychology, orang yang memiliki kecenderungan hidup frugal juga dapat menunjukkan perilaku yang lebih berorientasi pada keberlanjutan dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Salah satu alasannya berkaitan dengan kecenderungan membatasi pengeluaran dan jumlah barang yang dibeli. Jadi, membawa tas belanja sendiri bukan cuma soal menghemat biaya kantong. Kebiasaan ini juga mencerminkan pola pikir untuk menggunakan sesuatu secara lebih bijak daripada terus membeli barang sekali pakai.

  7. 7. Kamu menggunakan uang tunai untuk membatasi pengeluaran

    ilustrasi mengeluarkan uang dari dompet, dolar AS, bayar tunai, cash
    ilustrasi mengeluarkan uang dari dompet, dolar AS, bayar tunai, cash (unsplash.com/Allef Vinicius)

    Kalau kamu sering kesulitan menahan diri saat menggunakan kartu atau pembayaran digital, membawa uang tunai sesuai anggaran bisa menjadi strategi yang menari, lho. Ketika jumlah uang yang dibawa terbatas, kamu akan lebih sadar terhadap setiap barang yang dimasukkan ke keranjang. Kamu juga bisa menghitung total belanja secara berkala supaya tahu apakah pengeluaran masih berada dalam batas yang sudah ditentukan. Alhasil, keputusan membeli sesuatu menjadi lebih terencana.

    Cara ini juga membuatmu harus menentukan prioritas sebelum mengambil barang tambahan. Kalau uang yang tersedia tinggal sedikit, kamu akan berpikir ulang apakah produk tertentu benar-benar penting atau hanya keinginan sesaat. Bukan berarti pembayaran digital selalu buruk, lho, karena semuanya kembali pada kemampuanmu mengontrol pengeluaran. Namun jika uang tunai membuatmu lebih disiplin terhadap anggaran, kebiasaan tersebut bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk melatih pengelolaan keuangan.

    Cerdas finansial sebenarnya gak selalu ditunjukkan dari besarnya tabungan atau tingginya penghasilan. Cara kamu berbelanja kebutuhan sehari-hari juga bisa memperlihatkan seberapa baik kamu dalam mengendalikan uang. Mulai dari membuat daftar, makan sebelum belanja, mengecek stok di rumah, sampai membatasi pengeluaran dengan uang tunai, semuanya merupakan kebiasaan kecil yang bisa memberikan dampak kalau dilakukan secara konsisten.

    Kamu juga gak harus menerapkan semuanya sekaligus jika belum terbiasa. Pilihlah beberapa kebiasaan yang paling sesuai dengan kondisi keuanganmu, lalu jadikan bagian dari rutinitas supaya belanja gak hanya memenuhi kebutuhan, tapi juga membantu menjaga kondisi finansial tetap sehat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More