Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Negara Asia dengan Mata Uang Tertinggi, Ada yang Tembus 3 Dolar
ilustrasi uang (pexels.com/Pixabay)
  • Dinar Kuwait menjadi mata uang bernilai nominal tertinggi dalam daftar, sekitar 3,24 dolar AS per dinar, didukung pendapatan minyak dan gas serta kebijakan moneter stabil.
  • Dinar Bahrain dan rial Oman menyusul dengan nilai sekitar 2,65 dan 2,60 dolar AS; sektor energi, kebijakan nilai tukar, serta diversifikasi ekonomi menopang stabilitasnya.
  • Nilai nominal berbeda dari kekuatan mata uang: dolar Singapura, yen Jepang, dan won Korea Selatan berpengaruh lewat stabilitas ekonomi, sektor keuangan, industri, serta perdagangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Asia tidak hanya dikenal sebagai kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, tetapi juga memiliki sejumlah mata uang dengan nilai nominal tinggi. Menariknya, dolar Amerika bukanlah mata uang dengan nilai nominal tertinggi jika dibandingkan dengan beberapa mata uang di Asia. Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah memiliki mata uang yang nilainya jauh lebih tinggi daripada dolar Amerika dalam satuan per unit.

Kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kebijakan moneter, cadangan devisa, hingga kekuatan sektor energi dan perdagangan. Sementara itu, beberapa negara Asia lainnya memiliki mata uang yang kuat berkat stabilitas ekonomi serta perannya sebagai pusat keuangan global. Lantas, negara mana saja yang masuk daftar negara Asia dengan mata uang tertinggi? Berikut tujuh di antaranya yang menarik untuk diketahui.

1. Kuwait memiliki dinar dengan nilai nominal tertinggi

ilustrasi bendera Kuwait (pixabay.com/Clker-Free-Vector-Images)

Kuwait menjadi salah satu negara Asia yang memiliki mata uang dengan nilai nominal paling tinggi di dunia melalui dinar Kuwait. Berdasarkan referensi yang digunakan, satu dinar Kuwait bernilai sekitar 3,24 dolar Amerika, sehingga nominalnya jauh melampaui satu dolar Amerika. Posisi tersebut tidak terlepas dari perekonomian Kuwait yang memiliki keterkaitan kuat dengan sektor minyak dan gas.

Sebagai salah satu eksportir minyak besar, Kuwait memperoleh pemasukan dalam jumlah besar dari perdagangan energi. Pemerintah juga menerapkan kebijakan moneter yang mendukung kestabilan dinar sehingga pergerakannya relatif terjaga. Meski nilai mata uang yang tinggi tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruh aspek ekonomi sebuah negara lebih kuat, dinar Kuwait tetap menjadi contoh menarik dari mata uang bernilai nominal tinggi di Asia.

2. Bahrain mempertahankan posisi kuat lewat dinar

ilustrasi bendera Bahrain (pixabay.com/OpenClipart-Vectors)

Bahrain juga masuk dalam daftar negara Asia dengan mata uang tertinggi berkat dinar Bahrain. Nilai satu dinar Bahrain dalam referensi mencapai sekitar 2,65 dolar Amerika, membuatnya berada jauh di atas dolar Amerika secara nominal. Mata uang tersebut telah digunakan sejak 1960-an dan menjadi bagian penting dari sistem keuangan negara kepulauan di Teluk Persia ini.

Kekuatan dinar Bahrain turut berkaitan dengan kebijakan nilai tukar dan kondisi perekonomian negara tersebut. Selain sektor energi, Bahrain berusaha mengembangkan sektor keuangan, jasa, dan bisnis untuk mengurangi ketergantungan pada minyak. Kombinasi kebijakan moneter dan aktivitas ekonomi tersebut membantu menjaga stabilitas mata uangnya di tengah perubahan kondisi ekonomi global.

3. Oman mengandalkan rial yang bernilai tinggi

ilustrasi bendera Oman (pixabay.com/Clker-Free-Vector-Images)

Oman memiliki rial Oman yang juga termasuk mata uang dengan nilai nominal tinggi di kawasan Asia. Dalam referensi, satu rial Oman memiliki nilai sekitar 2,60 dolar Amerika, sehingga hanya diperlukan kurang dari setengah rial untuk menyamai satu dolar Amerika. Nilai tersebut menempatkan Oman dalam kelompok negara dengan mata uang paling bernilai secara nominal.

Perekonomian Oman masih memiliki hubungan erat dengan industri minyak dan gas yang menjadi sumber pendapatan penting negara. Di sisi lain, pemerintah juga menjalankan berbagai upaya diversifikasi ekonomi agar pertumbuhan tidak hanya bergantung pada sektor energi. Stabilitas mata uang menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan terhadap perekonomian Oman sekaligus mendukung aktivitas perdagangan internasional.

4. Yordania memiliki dinar yang melampaui dolar Amerika

ilustrasi bendera Yordania (pixabay.com/Clker-Free-Vector-Images)

Berbeda dari beberapa negara sebelumnya yang dikenal sebagai produsen energi, Yordania tidak memiliki ketergantungan sebesar itu terhadap minyak dan gas. Negara ini menggunakan dinar Yordania yang dalam referensi bernilai sekitar 1,41 dolar Amerika per satu dinar. Artinya, secara nominal satu dinar Yordania masih lebih tinggi dibandingkan satu dolar Amerika.

Nilai mata uang tersebut berkaitan dengan sistem nilai tukar dan kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintah Yordania. Negara ini tetap menghadapi sejumlah tantangan, termasuk persoalan pertumbuhan ekonomi dan beban utang. Kendati demikian, dinar Yordania mampu mempertahankan nilai nominal yang relatif tinggi dan membuatnya masuk jajaran mata uang terkuat di Asia berdasarkan ukuran tersebut.

5. Singapura menunjukkan kekuatan dolar dari sektor keuangan

ilustrasi bendera Singapura (pixabay.com/OpenClipart-Vectors)

Dolar Singapura memiliki karakter berbeda dibandingkan dinar Kuwait, dinar Bahrain, maupun rial Oman. Nilai satu dolar Singapura dalam referensi berada di kisaran 0,78 dolar Amerika, sehingga secara nominal masih berada di bawah dolar Amerika. Meski begitu, dolar Singapura dikenal memiliki reputasi kuat karena ditopang fundamental ekonomi dan sistem keuangan Singapura yang matang.

Singapura merupakan salah satu pusat perdagangan dan keuangan internasional yang penting di Asia. Stabilitas ekonomi, cadangan keuangan yang besar, serta kebijakan moneter Monetary Authority of Singapore turut mendukung kepercayaan terhadap dolar Singapura. Karena itu, kekuatan mata uang tidak hanya dapat dilihat dari angka nominalnya, tetapi juga dari stabilitas dan tingkat kepercayaan pasar terhadap mata uang tersebut.

6. Jepang memiliki yen yang berperan sebagai aset safe haven

ilustrasi bendera Jepang (pixabay.com/OpenClipart-Vectors)

Yen Jepang merupakan salah satu mata uang Asia yang memiliki pengaruh besar dalam sistem keuangan global. Nilai nominal satu yen memang jauh lebih kecil dibandingkan dolar Amerika, tetapi yen memiliki posisi penting karena sering dipandang sebagai mata uang safe haven. Ketika pasar global menghadapi ketidakpastian, pergerakan yen kerap menjadi perhatian investor internasional.

Kekuatan yen tidak semata-mata ditentukan oleh nilai satu unit mata uang terhadap dolar Amerika. Jepang memiliki perekonomian besar, basis industri yang kuat, serta pasar keuangan yang sangat berkembang sehingga kebijakan Bank of Japan memiliki pengaruh luas terhadap pasar valuta asing. Pergerakan yen pada 2026 juga menunjukkan bahwa kebijakan bank sentral dan ekspektasi perubahan suku bunga dapat memberikan dampak besar terhadap nilai mata uang.

7. Korea Selatan memiliki won yang ditopang industri teknologi

ilustrasi bendera Korea Selatan (pixabay.com/Clker-Free-Vector-Images)

Won Korea Selatan menjadi mata uang lain yang menarik dalam peta keuangan Asia. Jika dilihat dari nilai per unit terhadap dolar Amerika, won memang tidak setinggi mata uang seperti dinar Kuwait atau dinar Bahrain. Namun, peran Korea Selatan dalam industri teknologi, elektronik, dan semikonduktor membuat pergerakan won menjadi salah satu indikator penting dalam perekonomian Asia.

Kinerja ekspor menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi permintaan terhadap won. Selain itu, kebijakan pemerintah dan Bank of Korea turut berperan dalam menjaga stabilitas pasar keuangan serta menarik investasi asing. Pada perdagangan 10 September 2026, won tercatat sebagai mata uang Asia yang menguat paling tajam pada pagi hari dalam data yang dikutip dari Refinitiv, meski penguatan harian tentu berbeda dengan ukuran kekuatan nominal mata uang.

Nilai nominal mata uang dan kekuatan ekonomi sebenarnya merupakan dua hal yang berbeda. Dinar Kuwait, dinar Bahrain, dan rial Oman menunjukkan tingginya nilai satu unit mata uang, sedangkan yen, dolar Singapura, dan won memiliki peran besar karena stabilitas serta pengaruh ekonomi negaranya. Dengan memahami perbedaan tersebut, kamu bisa melihat daftar negara Asia dengan mata uang tertinggi secara lebih utuh dan tidak hanya berdasarkan angka konversi terhadap dolar Amerika.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article