Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ada Ancaman Kekeringan, Menteri PU Siagakan Bendungan hingga Sumur Bor
Pemerintah mengantisipasi ancaman kekeringan. (Dok. Kementerian PU)
  • Menteri PU Dody Hanggodo menyiapkan 10.789 sumur bor berkapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik, serta bendungan, bendung, embung, dan waduk menghadapi potensi kekeringan.
  • Kementerian PU mengatur operasi bendungan dan irigasi, menyiapkan 125 mobile pump, 921 pompa alkon, serta 49 mesin bor untuk wilayah terdampak, sambil mendata kawasan rawan.
  • Pemerintah mendorong Irigasi Padi Hemat Air dan melanjutkan pembangunan infrastruktur air; tersedia 240 bendungan berkapasitas 7,89 miliar meter kubik untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan pertanian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menteri PU Dody Hanggodo menyiapkan banyak tempat air untuk musim kemarau. Ada sumur bor, bendungan, waduk, dan embung. Airnya untuk orang-orang dan sawah. Kementerian PU juga punya pompa dan mesin bor jika daerah kekeringan. Sekarang mereka juga mengajak petani memakai cara menanam padi yang lebih hemat air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi potensi kekeringan selama musim kemarau. Salah satunya dengan mengoptimalkan 10.789 sumur bor yang memiliki kapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik.

Selain sumur bor, Kementerian PU juga menyiagakan bendungan, bendung, embung, dan waduk agar pasokan air tetap tersedia. Infrastruktur tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendukung lahan pertanian saat terjadi kekeringan maupun fenomena El Nino.

"Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah," kata Dody dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/8/2026).

1. Pengelolaan infrastruktur air untuk menjaga produktivitas pertanian

Pemerintah mengantisipasi ancaman kekeringan. (Dok. Kementerian PU)

Dody menilai pengelolaan infrastruktur sumber daya air berperan penting dalam menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman perubahan iklim. Menurut dia, keberadaan bendungan, bendung, embung, dan waduk dibutuhkan untuk memastikan pasokan air irigasi tetap tersedia.

Dengan begitu, produktivitas lahan pertanian dapat dipertahankan dan pasokan pangan tetap terjaga saat musim kemarau maupun ketika dampak perubahan iklim meningkat.

“Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” ujar dia.

2. Kementerian PU siagakan pompa hingga mesin bor

Pemerintah mengantisipasi ancaman kekeringan. (Dok. Kementerian PU)

Selain mengoptimalkan infrastruktur yang ada, Kementerian PU juga mengatur pola operasi bendungan dan jaringan irigasi agar distribusi air berjalan lebih efisien.

Untuk mengantisipasi kondisi darurat, kementerian menyiapkan 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, dan 49 mesin bor yang dapat dikerahkan ke wilayah terdampak kekeringan. Pemerintah juga melakukan pendataan daerah rawan kekeringan serta mengedukasi masyarakat mengenai langkah-langkah adaptasi.

3. Dorong irigasi hemat air dan percepat pembangunan infrastruktur

Setelah mengunjungi Daerah Irigasi Siman di pagi hari, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melanjutkan, kunjungan kerjanya meninjau Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk, Jumat siang (22/11/2024). (Dok. Kementerian PU)

Di sektor pertanian, Kementerian PU mendorong penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) untuk mengurangi penggunaan air di lahan pertanian.

Di saat yang sama, pembangunan infrastruktur sumber daya air terus berjalan, mulai dari bendungan, jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT), hingga sumur bor.

Saat ini, Kementerian PU memiliki 240 bendungan dengan kapasitas tampung total 7,89 miliar meter kubik. Selain itu, terdapat 601 situ dan danau dengan volume tampungan mencapai 135,59 miliar meter kubik, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article