Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ADB Perluas Dukungan Pembiayaan dengan SMBC Indonesia
Ilustrasi Kantor Pusat SMBC Indonesia/Dok SMBC Indonesia
  • ADB akan ikut menanggung risiko portofolio pembiayaan perdagangan dan rantai pasok Bank SMBC Indonesia melalui skema unfunded risk participation.
  • Bank SMBC Indonesia tetap menangani origination, administrasi, pengelolaan, dan pemantauan transaksi dalam kerja sama tersebut.
  • Per akhir Juni 2026, kredit konsolidasi segmen korporasi dan komersial Bank SMBC Indonesia mencapai Rp116,5 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Per akhir Juni 2026

Kredit konsolidasi Bank SMBC Indonesia pada segmen korporasi dan komersial mencapai Rp116,5 triliun, tumbuh 12,8 persen secara tahunan.

Sabtu (29/8/2026)

Jun Saito menyampaikan dalam keterangan tertulis bahwa pembiayaan perdagangan dan rantai pasok berperan menghubungkan pelaku usaha, mendukung kegiatan komersial, dan memperkuat rantai nilai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    ADB ikut menanggung risiko portofolio pembiayaan perdagangan dan rantai pasok Bank SMBC Indonesia melalui skema unfunded risk participation.
  • Who?
    Asian Development Bank (ADB), PT Bank SMBC Indonesia Tbk, dan Wakil Direktur Utama Bank SMBC Indonesia Jun Saito.
  • Where?
    Jakarta dan Indonesia.
  • When?
    Jun Saito menyampaikan keterangan tertulis pada Sabtu (29/8/2026).
  • Why?
    Kerja sama ditujukan untuk memperluas pembiayaan bagi pelaku industri di berbagai segmen serta memperkuat mekanisme kontingensi kredit.
  • How?
    ADB menjadi mitra partisipasi risiko, sementara Bank SMBC Indonesia tetap menjalankan origination, administrasi, pengelolaan, dan pemantauan transaksi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

ADB mau membantu Bank SMBC Indonesia menanggung risiko uang untuk perdagangan dan rantai pasok. Bank SMBC Indonesia tetap mengurus transaksi dan memantau uangnya. Jun Saito bilang kerja sama ini untuk membantu pembiayaan pelaku usaha di banyak bagian, dari perusahaan besar sampai usaha mikro.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kerja sama ini memberi ruang bagi Bank SMBC Indonesia untuk meningkatkan kemampuan pembiayaan sambil tetap menjalankan pengelolaan dan pemantauan transaksi. Penerapan uji tuntas nasabah, kepatuhan ketentuan, serta pemantauan portofolio berkelanjutan juga menunjukkan perhatian pada prinsip kehati-hatian dan kualitas kredit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Asian Development Bank (ADB) akan ikut menanggung risiko portofolio pembiayaan perdagangan dan rantai pasok milik PT Bank SMBC Indonesia Tbk. Kerja sama tersebut dilakukan melalui skema unfunded risk participation yang ditujukan untuk memperluas pembiayaan bagi pelaku industri di berbagai segmen.

Wakil Direktur Utama Bank SMBC Indonesia Jun Saito mengatakan, pembiayaan perdagangan dan rantai pasok memiliki peran penting dalam menghubungkan pelaku usaha, mendukung kegiatan komersial, dan memperkuat rantai nilai.

“Pembiayaan perdagangan dan rantai pasok memainkan peran yang semakin penting dalam menghubungkan pelaku usaha, mendukung kegiatan komersial, dan memperkuat rantai nilai,” katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026).

1. ADB jadi mitra partisipasi risiko

ilustrasi bank (IDN Times/Arief Rahmat)

Melalui skema tersebut, ADB berperan sebagai mitra partisipasi risiko bagi portofolio pembiayaan perdagangan dan rantai pasok Bank SMBC Indonesia. Kerja sama itu dirancang untuk memperkuat mekanisme kontingensi kredit yang telah berjalan di Bank SMBC Indonesia sekaligus menjaga kualitas kredit tetap sehat.

Saito mengatakan, kerja sama dengan ADB menjadi bagian dari upaya bank meningkatkan kemampuan pembiayaan sekaligus menyediakan layanan yang menyesuaikan kebutuhan bisnis nasabah.

“Kerja sama ini mencerminkan komitmen kami untuk terus meningkatkan kapabilitas serta menyediakan solusi yang mendukung kebutuhan bisnis nasabah yang terus berkembang dalam sebuah ekosistem bisnis yang lebih luas,” ujarnya.

2. SMBC tetap kelola transaksi

Ilustrasi Bank. (IDN Times/Aditya Pratama)

Meski ADB berpartisipasi dalam risiko portofolio pembiayaan, Bank SMBC Indonesia tetap menjalankan proses origination, administrasi, pengelolaan, dan pemantauan transaksi.

Kerja sama tersebut juga mencakup penerapan tata kelola perusahaan, termasuk uji tuntas nasabah, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta pemantauan portofolio secara berkelanjutan. Langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian dalam pembiayaan perdagangan dan rantai pasok yang mengacu pada standar internasional.

"Kolaborasi ini semakin memperkuat peran Bank SMBC Indonesia sebagai mitra keuangan tepercaya dalam mendukung aktivitas perdagangan dan rantai pasok di Indonesia," tuturnya.

Pembiayaan perdagangan dan rantai pasok sendiri mencakup kebutuhan pembiayaan pelaku usaha di berbagai tahapan rantai nilai, mulai dari segmen korporasi hingga mikro.

3. Kredit korporasi tumbuh 12,8 persen

Ilustrasi kredit (IDN Times/Arief Rahmat)

Kerja sama tersebut dilakukan ketika penyaluran kredit Bank SMBC Indonesia di segmen korporasi dan komersial masih mencatatkan pertumbuhan. Per akhir Juni 2026, kredit konsolidasi pada segmen korporasi dan komersial mencapai Rp116,5 triliun, tumbuh 12,8 persen secara tahunan.

Pertumbuhan kredit juga tercatat pada sejumlah segmen bisnis lainnya. Kredit Jenius tumbuh 9,9 persen secara tahunan menjadi Rp3,69 triliun, sedangkan kredit BTPN Syariah meningkat 8,7 persen menjadi Rp11,03 triliun.

Sementara itu, pembiayaan melalui anak usaha OTO & SOF tumbuh 5,8 persen secara tahunan menjadi Rp31,89 triliun. Saito mengatakan kerja sama dengan ADB diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha dan memperkuat ketahanan rantai perdagangan.

“Sinergi ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, meningkatkan ketahanan ekosistem perdagangan, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Saito.

Curated For You

Editorial Team

Related Article