Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono
Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono memaparkan Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi Indonesia di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Senin (26/1/2026). (IDN Times/Trio Hamdani).

Intinya sih...

  • Operasi SAR masih berlangsung, dengan alat berat dikerahkan untuk evakuasi korban longsor.

  • Tanah labil hambat pergerakan alat berat dalam proses evakuasi di Cisarua, Bandung Barat.

  • Indonesia berada di wilayah rawan bencana alam, perlu penguatan mitigasi dan kesadaran akan krisis iklim.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan duka cita atas bencana longsor yang melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Hal itu disampaikan saat memaparkan Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi Indonesia di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Senin (26/1/2026).

"Kita juga berduka mendengar kabar, di hari Sabtu dini hari, longsor yang juga dahsyat melanda salah satu kecamatan di Jawa Barat, tepatnya di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat," kata dia.

1. Operasi SAR masih berlangsung

Lokasi longsor Cisarua. (Dok. Kemenko PMK)

Menurut pria yang akrab disapa AHY itu, hingga saat ini operasi pencarian dan penyelamatan atau rearch and rescue (SAR) masih terus dilakukan karena masih terdapat korban yang diduga tertimbun material longsor.

Dia menyampaikan, sejumlah alat berat telah dikerahkan untuk mendukung proses evakuasi. Selain itu, dirinya juga telah berkoordinasi langsung dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) yang turun ke lokasi bencana guna memastikan penanganan berjalan maksimal.

"Menteri Pekerjaan Umum sudah langsung saya koordinasikan dan datang di lapangan," ujarnya.

2. Tanah labil hambat pergerakan alat berat

Pencarian korban longsor di Desa Pasirlangun, Cisarua, Bandung Barat. Dok SAR Bandung

Ketua Umum Partai Demokrat itu mengungkapkan proses evakuasi tidak berjalan mudah. Kondisi tanah di lokasi longsor masih labil sehingga pergerakan alat berat belum dapat dilakukan secara optimal.

"Ini alat-alat berat tersebut belum bisa secepat-cepatnya yang kita inginkan untuk bisa segera beroperasi dan tentunya kita berharap segera bisa kita pulihkan kondisi tersebut," tutur AHY.

3. Indonesia berada di wilayah rawan bencana

Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono memaparkan Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi Indonesia di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Senin (26/1/2026). (IDN Times/Trio Hamdani).

AHY menekankan kerentanan geografis Indonesia terhadap bencana alam. Menurutnya, sebagai negara yang berada di wilayah rawan, upaya mitigasi harus terus diperkuat agar risiko bencana tidak semakin besar.

Dia juga mengingatkan pemanasan global dan krisis iklim bukan sekadar istilah, melainkan persoalan nyata yang harus menjadi perhatian bersama dalam pengambilan kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah.

"Karena secara alami kita sudah berada di geografi yang sangat rentan, mari kita berupaya sekuat tenaga agar kita tidak memperburuk situasi," kata dia.

Editorial Team