Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

RI Bentuk Bursa Mineral, Bahlil: Masa Barang Kita Diatur Orang Lain

RI Bentuk Bursa Mineral, Bahlil: Masa Barang Kita Diatur Orang Lain
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di JICC, Jakarta, Rabu (19/8/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Pemerintah mendorong pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis agar Indonesia memiliki kendali lebih besar atas harga komoditas dan SDA dalam negeri.
  • Bahlil Lahadalia mengatakan harga komoditas Indonesia, termasuk batu bara, selama ini banyak dipengaruhi negara lain.
  • Bursa yang disiapkan bernama Indonesia Commodity Exchange atau Icomex, dengan bentuk yang kurang lebih menyerupai mekanisme Bursa Efek Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan, pemerintah ingin Indonesia memiliki kendali lebih besar atas harga komoditas dan sumber daya alam (SDA) yang dihasilkan di dalam negeri.

Hal itu menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS). Menurut Bahlil, selama ini harga komoditas Indonesia masih banyak dipengaruhi negara lain.

"Masa barang-barang punya kita diatur oleh orang lain, enak aja! Ini yang selama ini terjadi," kata Bahlil kepada jurnalis di JICC, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

  1. 1. Pemerintah ingin atur harga komoditas sendiri

    RI Bentuk Bursa Mineral, Bahlil: Masa Barang Kita Diatur Orang Lain
    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di JICC, Jakarta, Rabu (19/8/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

    Pembentukan bursa komoditas merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Melalui bursa tersebut, pemerintah berharap komoditas dan sumber daya alam yang dihasilkan Indonesia dapat memiliki mekanisme penentuan harga dari dalam negeri.

    "Bapak Presiden Prabowo itu pengin agar seluruh kekayaan yang ada di dalam negara kita itu diatur seutuhnya oleh negara kita dengan harga keekonomian yang baik," ujar dia.

  2. 2. Bahlil singgung harga batu bara

    Ilustrasi tambang batu bara
    Ilustrasi tambang batu bara (unsplash.com/Artyom Korshunov)

    Bahlil mencontohkan batu bara. Menurut dia, harga batu bara selama ini juga banyak dipengaruhi negara lain. Pemerintah kemudian melakukan pengetatan dan menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

    Langkah tersebut mulai membuat harga batu bara membaik. Kondisi itu, kata dia, menunjukkan adanya potensi permainan dalam perdagangan komoditas selama ini. Ketika pemerintah mulai membenahi tata kelolanya, muncul pihak yang tidak setuju.

    "Begitu kita mau rapikan, ada yang gak setuju. Bagi saya, meluruskan apa yang menjadi target pemerintah di bawah pimpinan Presiden Prabowo, apa pun kita akan lakukan untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara," ujar dia.

  3. 3. Diberi nama Indonesia Commodity Exchange

    Perusahaan tambang mineral.
    ilustrasi perusahaan tambang mineral (pexels.com/Pixabay)

    Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkap konsep BMKS yang tengah disiapkan pemerintah. Bursa tersebut akan menggunakan nama Indonesia Commodity Exchange atau Icomex.

    Prasetyo mengatakan, bentuk Icomex kurang lebih akan menyerupai mekanisme Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, bursa tersebut akan digunakan untuk perdagangan komoditas.

    "Ya, kurang lebih, Indonesia Commodity Exchange atau Icomex," kata dia kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8/2026).

    Menurut dia, mekanisme pembentukan harga komoditas di Icomex masih disiapkan. Perhitungan harga nantinya akan mempertimbangkan biaya serta harga komoditas di pasar dunia. Prasetyo memastikan pemerintah akan menyampaikan lebih lanjut mengenai Icomex.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More