Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Kartu Kredit Indonesia (KKI)? Ini Fungsi dan Cara Pakainya

Apa Itu Kartu Kredit Indonesia (KKI)? Ini Fungsi dan Cara Pakainya
ilustrasi kartu kredit (unsplash.com/@nathanareboucas)
  • Kartu Kredit Indonesia (KKI) adalah instrumen kredit dengan deferred payment yang diproses domestik melalui Infrastruktur Sistem Pembayaran Nasional.

  • Pada tahap awal, KKI berbentuk kartu digital untuk transaksi QRIS MPM, CPM, dan Tap. Pengembangannya nanti diharapkan bisa mencakup pembayaran daring serta penggunaan kartu fisik.

  • KKI dapat diajukan ke PJP penerbit seperti BCA, Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata, dan Mega. Pemohon wajib memenuhi usia, pendapatan, serta penilaian kredit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kartu Kredit Indonesia (KKI) adalah instrumen pembayaran dengan fasilitas deffered payment (penundaan pembayaran) yang transaksinya diproses secara domestik. KKI ini bisa digunakan sebagai sumber dana untuk transaksi lewat QRIS, baik jenis pindai (scan) maupun Tap.

Lebih jauh, apa itu Kartu Kredit Indonesia (KKI)? Berikut penjelasan fungsi, cara pakai, dan beda kartu kredit Indonesia dari kartu kredit biasa.

  1. Fungsi dan tujuan penerbitan Kartu Kredit Indonesia

    Fungsi dan tujuan penerbitan Kartu Kredit Indonesia
    ilustrasi kartu kredit (unsplash.com/Cova Software)

    Kartu Kredit Indonesia (KKI) sebenarnya memiliki fungsi yang hampir sama dengan kartu kredit pada umumnya, yakni menjadi instrumen pembayaran berbasis kredit. Perbedaan utama terletak pada sistem pemrosesannya karena transaksi KKI dilakukan secara domestik melalui Infrastruktur Sistem Pembayaran Nasional.

    Pada kehadirannya, KKI dikembangkan sebagai instrumen pembayaran domestik dengan fasilitas deffered payment yang mudah dan bisa diandalkan. Penggunananya juga ditujukan untuk menambah opsi pembayaran sekaligus mendorong inovasi dan memperkuat ekosistem keuangan digital di Indonesia.

    Namun, perlu dipahami bahwa kehadiran KKI bukan dimaksudkan untuk menggantikan kartu kredit prinsipal internasional. Keduanya tetap bisa dipakai secara berdampingan, sehingga masyarakat dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan masing-masing.

    Lebih jauh, KKI bisa dimanfaatkan oleh pengguna individu maupun perusahaan. Instrumen ini juga tersedia dalam pilihan layanan konvensional dan syariah, bergantung pada produk yang ditawarkan oleh Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) sebagai penerbitnya.

  2. Fitur dan cara kerja Kartu Kredit Indonesia

    Fitur dan cara kerja kartu kredit Indonesia
    ilustrasi kartu kredit (unsplash.com/Nathana Rebouças)

    Pada tahap awal, Kartu Kredit Indonesia (KKI) tersedia dalam bentuk kartu digital yang bisa digunakan sebagai sumber dana untuk melakukan transaksi melalui ekosistem QRIS. Artinya, KKI dapat dipakai melalui tiga kanal QRIS, mulai dari QRIS MPM (Merchant Presented Mode), QRIS CPM (Customer Presented Mode), dan QRIS Tap. Masing-masing memiliki cara penggunaan yang sedikit berbeda.

    QRIS MPM

    Pada QRIS MPM, pengguna yang ingin transaksi bisa memindai kode QR dari merchant. Setelah memilih KKI sebagai sumber dana, pengguna cukup memindai QRIS tersebut dan menyelesaikan transaksi seperti biasa.

    QRIS CPM

    Pada metode ini, pengguna menampilkan kode QR dari aplikasi pembayaran. Selanjutnya, merchant akan memindai kode tersebut untuk memproses pembayaran.

    QRIS Tap

    Jika transaksi pakai QRIS Tap, pengguna cukup mendekatkan ponsel ke terminal pembayaran yang sudah mendukung fitur tersebut. Dengan cara ini, transaksi dapat dilakukan tanpa perlu memindai kode QR secara manual.

    Tambahan informasi, ke depannya KKI bakal dikembangkan lebih jauh agar bisa digunakan untuk transaksi daring seperti Online Payment dan transaksi langsung menggunakan kartu fisik.

  3. Perbedaan Kartu Kredit Indonesia vs Kartu Kredit Biasa

    Perbedaan Kartu Kredit Indonesia vs Kartu Kredit Biasa
    ilustrasi kartu kredit (pexels.com/Joshua Woroniecki)

    Perbedaan Kartu Kredit Indonesia vs Kartu Kredit Biasa

    Perbedaan Kartu Kredit Indonesia vs Kartu Kredit Biasa

    Aspek pembeda

    Kartu Kredit Indonesia

    Kartu Kredit Biasa

    1. Pemrosesan transaksi

    Transaksi diproses secara domestik lewat Infrastruktur Sistem Pembayaran Nasional.

    Pemrosesan transaksi mengikuti skema dari prinsipal internasional.

    2. Bentuk

    Di awal peluncuran, KKI baru tersedia dalam bentuk kartu digital.

    Biasanya tersedia dalam bentuk kartu fisik maupun digital.

    3. Penggunaan

    Sementara baru bisa digunakan sebagai sumber dana untuk transaksi melalui ekosistem QRIS (MPM, CPM, Tap).

    Bisa dipakai lewat kanal pembayaran yang disediakan penerbit atau jaringan kartu masing-masing.

    4. Pengembangan

    Ke depannya akan terus dikembangkan agar bisa dipakai transaksi online dan kartu fisik.

    Sudah mendukung berbagai jenis pembayaran sesuai jaringan kartu.

    5. Tujuan penerbitan

    Alternatif pembayaran berbasis kredit di dalam negeri.

    Menyediakan fasilitas kredit untuk berbagai kebutuhan transaksi.

  4. Cara pengajuan dan syarat mendapatkan KKI

    Cara pengajuan dan syarat mendapatkan KKI
    ilustrasi kartu kredit (pexels.com/Rann Vijay)

    Cara pengajuan KKI

    Masyarakat bisa mengajukan Kartu Kredit Indonesia (KKI) dengan mendaftar kepada Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) penerbit KKI. Prosesnya sendiri tetap mengikuti prosedur dan kebijakan masing-masing PJP penerbit.

    Saat ini, terdapat tujuh PJP first mover penerbit KKI yang telah ditunjuk, yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata Bank, dan Bank Mega. Sementara itu, BSI menjadi PJP next mover yang mengembangkan KKI dengan pembiayaan syariah.

    Syarat mendapatkan KKI

    Pada jenisnya, Kartu Kredit Indonesia (KKI) termasuk bagian dari Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK). Secara umum, persyaratan kepemilikannya antara lain:

    • Pemegang kartu kredit utama minimal berusia 21 tahun atau sudah menikah
    • Bagi pemegang kartu tambahan minimal berusia 17 tahun atau sudah menikah
    • Punya pendapatan minimal Rp3 juta per bulan setelah dikurangi kewajiban
    • Wajib memenuhi proses penilaian kelayakan dan manajemen risiko dari PJP penerbit.
    • PJP bisa meminta informasi atau dokumen tambahan sesuai proses penilaian kredit yang berlaku
    • Nominal plafon kredit dan batas kepemilikan KKI mengikuti ketentuan kartu kredit yang berlaku serta hasil penilaian kredit masing-masing PJP.

    Demikianlah ulasan mengenai apa itu Kartu Kredit Indonesia (KKI), mulai dari fungsi dan tujuan, fitur utama, cara kerja, perbedaan dengan kartu kredit biasa, sampai cara pengajuan serta syarat mendapatkannya. Bagaimana menurutmu?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More