Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo Mau Bangun PLTS 30 GW Tahun Ini, Bahlil Segera Buka Tender

Prabowo Mau Bangun PLTS 30 GW Tahun Ini, Bahlil Segera Buka Tender
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di JICC, Jakarta, Rabu (19/8/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Pemerintah segera memulai tender pembangunan PLTS berkapasitas 30 gigawatt.
  • Proyek 30 GW menjadi tahap awal target PLTS hingga 100 GW yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto.
  • RUPTL 2025-2035 menetapkan 70-75 persen bauran energi dari energi baru terbarukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah segera melakukan tender pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 30 gigawatt (GW). Pembangunan 30 GW PLTS tersebut merupakan tahap awal dari target Presiden Prabowo Subianto membangun PLTS hingga 100 GW dalam beberapa tahun ke depan.

Bahlil mengatakan rencana itu telah dibahas bersama Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo.

"Ini dengan Pak Darmawan, Pak Dirut PLN ya, kita sudah bahas. Tendernya kita akan mulai lakukan sekarang," kata Bahlil saat membuka Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2026 di JICC, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

  1. 1. Pemerintah dorong peralihan dari energi fosil

    IMG_20260508_144533 - Copy.jpg
    Ilustrasi PLTU (Dok. IDN Times)

    Bahlil mengatakan pemerintah telah menetapkan peralihan dari energi fosil ke energi bersih sebagai bagian dari kebijakan energi nasional. Langkah itu juga diarahkan untuk mencapai target net zero emission (NZE).

    "Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo itu sudah memutuskan bahwa perubahan atau mengonversi dari energi fosil kepada energi bersih bukan hanya kepada menuju net zero emission, tetapi bagaimana kita meninggalkan warisan bumi kepada anak cucu kita yang lebih baik," ujar dia.

  2. 2. Targetkan 70-75 persen bauran energi hijau

    Ilustrasi pembangkit energi baru terbarukan (EBT)  milik PT. PLN (dok. PLN)
    Ilustrasi pembangkit energi baru terbarukan (EBT) milik PT. PLN (dok. PLN)

    Bahlil mengatakan pemerintah telah menetapkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2035. Dalam RUPTL tersebut, 70-75 persen bauran energi berasal dari energi baru terbarukan alias energi hijau.

    "70 persen sampai 75 persen RUPTL kita itu adalah dengan bauran energi atau sekaligus dengan energi baru terbarukan. Mulai dari gas, mulai dari solar panel, mulai dari geothermal, mulai dari air, semuanya," tuturnya.

  3. 3. Prabowo pasang target PLTS 100 gigawatt

    Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan pidato dalam dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Jak
    Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan pidato dalam dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

    Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan target pembangunan PLTS hingga 100 GW dalam beberapa tahun ke depan. Dia mengatakan pemerintah akan membangun 30 GW PLTS pada 2026 sekaligus menghentikan 13 GW pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

    Prabowo menyebut Indonesia memiliki potensi energi surya yang besar karena mendapat sinar matahari hampir sepanjang tahun. Hal itu disampaikan dalam pidato pengantar RAPBN 2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

    "Tahun ini, kita akan bangun 30 giga watt pembangkit listrik tenaga surya dan segera menghentikan 13 giga watt pembangkit listrik tenaga diesel," kata Prabowo.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More