Antrean BBM di Bali Mulai Landai, Pertamina Buka Layanan PDS

- Pertamina Patra Niaga meningkatkan Pertamina Delivery Service di Bali setelah pasokan BBM jalur laut tiba, sementara antrean di sejumlah SPBU mulai berangsur landai.
- PDS menyalurkan sekitar 5.000 liter Pertalite per hari di sejumlah SPBU Denpasar, khusus pengendara motor dengan batas maksimal tiga liter dan pembayaran tunai.
- Pertamina mengoptimalkan terminal serta mobil tangki, berkoordinasi dengan pihak terkait, dan mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan tanpa penimbunan.
Jakarta, IDN Times - PT Pertamina Patra Niaga meningkatkan layanan penjualan Pertalite secara literan melalui Pertamina Delivery Service (PDS) urai antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali. Langkah ini dilakukan seiring tambahan pasokan BBM melalui jalur laut yang kembali tiba untuk memperkuat distribusi di wilayah tersebut.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan, antrean di sejumlah SPBU mulai berangsur landai. Meski demikian, perusahaan terus mengoptimalkan pasokan dan pelayanan untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM.
“Antrean di sejumlah SPBU mulai berangsur landai. Kami terus memaksimalkan layanan dan memperkuat pasokan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat. Salah satu langkah yang kami tingkatkan adalah Pertamina Delivery Service, dengan titik penyaluran yang disesuaikan berdasarkan kepadatan antrean dan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Kitty dalam keterangan tertulis dikutip, Sabtu (17/10/2026).
1. Pertamina sudah salurkan 5 ribu liter pertalite lewat layanan PDS

Suasana SPBU di Waingapu usai sidak Pertamina bersama Pemda dan Polres Sumba Timur. (Dok. Pertamina) Pertamina menyalurkan sekitar 5.000 liter Pertalite per hari melalui layanan PDS di sejumlah SPBU di Kota Denpasar. Sejak Jumat (16/10), kapasitas layanan tersebut ditingkatkan untuk menjangkau lebih banyak konsumen dan membantu mengurai antrean.
Layanan penjualan Pertalite secara literan ini menyasar pengendara sepeda motor dengan batas pembelian maksimal tiga liter per orang. Adapun pembayaran dilakukan secara tunai.
"Sejumlah SPBU yang melayani PDS meliputi Teras Ayung, Nangka Utara, Kesiman, Trenggana, Hayam Wuruk, Antasura, Renon, dan Imam Bonjol. Pertamina akan mengevaluasi titik penyaluran tersebut sesuai dengan kondisi antrean dan kebutuhan masyarakat," ucapnya.
2. Tambahan BBM yang tiba melalui jalur laut akan dioptimalkan

Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Alexander Susilo bersama Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud meninjau langsung kondisi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sejumlah titik di kota Balikpapan. (dok. Pertamina) Dari sisi pasokan, tambahan BBM yang tiba melalui jalur laut dioptimalkan melalui operasional terminal dan mobil tangki untuk mempercepat penyaluran ke SPBU. Pertamina juga terus memantau stok dan distribusi guna menjaga ketersediaan BBM di berbagai wilayah Bali.
Selain itu, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga kelancaran distribusi serta ketertiban di lapangan.
3. Pertamina imbau agar masyarakat beli bensin sesuai kebutuhan

Antrean di SPBU Gunung Guntur, Balikpapan Tengah. (IDN Times/Erik Alfian) Kitty mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan yang dapat mengganggu distribusi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan yang dapat mengganggu kelancaran distribusi serta pemenuhan kebutuhan masyarakat lainnya. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif agar layanan BBM di Bali dapat kembali normal,” tutup Kitty.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.





















