Ilustrasi kesepakatan (freepik.com/rawpixel.com)
Sudah melakukan meeting, memberikan demo, dan mengirim proposal, tetapi customer masih belum memberikan keputusan? Situasi seperti ini cukup sering terjadi dalam proses penjualan, terutama ketika produk atau layanan membutuhkan biaya besar dan melibatkan banyak pihak.
Nah, strategi closing membantu AE menyelesaikan hal-hal yang masih menjadi pertimbangan customer sebelum mencapai kesepakatan. Namun, closing bukan berarti harus terus mendesak customer agar segera membeli.
Ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan.
1. Cari tahu apa yang membuat customer masih ragu
Ketika customer mengatakan, "Harganya mahal," jangan langsung menawarkan diskon. Bisa jadi masalahnya bukan semata-mata harga. Mungkin budget perusahaan mereka belum tersedia, ada penawaran kompetitor yang sedang dibandingkan, atau customer belum memahami manfaat produknya.
Daripada menebak-nebak, coba tanyakan:
"Kalau boleh tahu, yang paling jadi pertimbangan sekarang biaya awalnya atau manfaat yang akan didapat?"
Dari jawaban tersebut, AE bisa menentukan pembahasan yang lebih sesuai.
2. Tunjukkan manfaat yang benar-benar dibutuhkan
Customer biasanya lebih tertarik mengetahui bagaimana produk membantu menyelesaikan masalahnya daripada mendengarkan daftar fitur yang terlalu panjang. Misalnya, sebuah perusahaan kesulitan mengelola stok dua gudang.
Daripada hanya menyebutkan bahwa software memiliki fitur manajemen inventaris, AE bisa menunjukkan demo bagaimana perpindahan barang antargudang dicatat dan dipantau. Kalau manfaatnya bisa dihitung, jelaskan juga asumsi perhitungannya. Jangan membuat janji penghematan yang belum memiliki dasar.
3. Pahami siapa yang mengambil keputusan
Orang yang mengikuti meeting belum tentu memiliki kewenangan untuk menyetujui pembelian. Bisa jadi mereka masih harus berdiskusi dengan bagian keuangan, kepala operasional, atau pemilik perusahaan.
Karena itu, AE dapat bertanya:
"Kalau dari tim internal, biasanya siapa saja yang perlu ikut meninjau proposal ini?"
Dengan begitu, AE bisa membantu menyiapkan informasi yang dibutuhkan setiap pihak. Misalnya, kepala operasional ingin memastikan software mudah digunakan, sedangkan bagian keuangan lebih tertarik mengetahui total biaya berlangganan dan implementasinya.
4. Buat kesepakatan tentang langkah berikutnya
Meeting yang berjalan lancar belum tentu menghasilkan transaksi jika tidak ada tindak lanjut yang jelas. Sebelum pertemuan selesai, AE sebaiknya memastikan apa yang akan dilakukan berikutnya.
Contohnya, customer mengirimkan contoh data gudang, tim teknis melakukan pemeriksaan, lalu hasilnya dibahas bersama pada pertemuan selanjutnya. Cara ini membuat kedua pihak tahu apa yang sedang dikerjakan dan kapan pembicaraan akan dilanjutkan.
5. Sesuaikan penawaran jika memang diperlukan
Bagaimana kalau customer merasa paket yang ditawarkan terlalu besar untuk kebutuhannya? AE bisa membahas pilihan paket lain, jumlah pengguna, atau penerapan layanan secara bertahap jika memang tersedia dan sesuai kebijakan perusahaan.
Namun, setiap perubahan perlu dijelaskan dengan transparan, termasuk dampaknya terhadap fitur, harga, dan layanan yang diterima. Ketika seluruh pembahasan sudah selesai, pastikan kembali ruang lingkup pekerjaan, biaya, jadwal, serta proses persetujuannya.
Ingat, customer yang mengatakan "Kayaknya cocok" belum tentu sudah resmi menyetujui pembelian. Jadi, closing yang baik bukan tentang membuat customer terpaksa mengatakan iya, tetapi membantu mereka mengambil keputusan dengan informasi yang jelas.