ilustrasi bisnis pakaian (unsplash.com/Alexander Faé)
Salah satu alasan utama brand tertarik menggunakan model DTC adalah karena mereka mempunyai kendali yang lebih besar terhadap bisnisnya. Ada beberapa keuntungan yang membuat model ini semakin populer.
1. Margin keuntungan bisa lebih besar
Ketika tidak perlu membagi penjualan dengan banyak pihak di sepanjang rantai distribusi, brand berpotensi mendapatkan margin yang lebih besar. Selisih tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan keuntungan atau membuat harga produk menjadi lebih kompetitif.
2. Bisa mendapatkan data pelanggan secara langsung
DTC juga memberikan kesempatan kepada brand untuk memahami konsumennya dengan lebih dekat. Misalnya, brand dapat melihat produk yang sering dicari, riwayat pembelian, hingga respons pelanggan terhadap produk tertentu. Data tersebut kemudian bisa digunakan untuk menentukan produk berikutnya, membuat promosi yang lebih relevan, atau membangun strategi agar pelanggan mau kembali berbelanja.
3. Pengalaman pelanggan lebih mudah dikontrol
Ketika produk dijual melalui banyak retailer, brand tidak selalu bisa mengontrol bagaimana produknya ditampilkan atau dijelaskan kepada konsumen. Berbeda dengan DTC. Brand dapat menentukan sendiri harga, desain kemasan, cara berkomunikasi, hingga pengalaman pelanggan ketika berbelanja. Hal ini membantu menjaga identitas brand tetap konsisten.
4. Lebih cepat mencoba strategi baru
Brand juga bisa lebih leluasa melakukan eksperimen. Mereka dapat mencoba produk baru, membuat paket bundling, mengganti promosi, atau menawarkan diskon kepada kelompok konsumen tertentu tanpa harus menunggu persetujuan retailer. Hasilnya pun dapat diamati dengan cepat sehingga brand bisa segera mengetahui strategi mana yang berhasil dan mana yang perlu diperbaiki.