Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Itu Pekerja Prekariat? Ini Penjelasannya

Apa Itu Pekerja Prekariat? Ini Penjelasannya
ilustrasi pekerja rumah tangga (pixabay.com/mathee)
Intinya Sih
  • Istilah pekerja prekariat menggambarkan kelas pekerja dengan kondisi kerja tidak stabil, tanpa jaminan sosial memadai, dan minim perlindungan hukum di tengah perubahan pasar kerja global.
  • Pekerja prekariat umumnya berstatus kontrak, paruh waktu, atau freelance dengan pendapatan fluktuatif serta akses terbatas terhadap asuransi, BPJS, dan hak kerja lainnya.
  • Peningkatan jumlah pekerja prekariat dipicu oleh globalisasi ekonomi, digitalisasi pekerjaan berbasis platform, perubahan regulasi ketenagakerjaan, serta dampak krisis ekonomi yang mendorong fleksibilitas tenaga kerja.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Istilah prekariat makin sering muncul dalam diskusi soal ketenagakerjaan, terutama di tengah maraknya kerja fleksibel, gig economy, hingga kontrak jangka pendek. Namun, sebenarnya apa sih pekerja prekariat itu?

Konsep ini bukan sekadar istilah tren, melainkan menggambarkan realitas baru dunia kerja yang penuh ketidakpastian.

1. Pengertian pekerja prekariat

ilustrasi pekerja rumah tangga (pixabay.com/viarami)
ilustrasi pekerja rumah tangga (pixabay.com/viarami)

Istilah prekariat pertama kali dipopulerkan ekonom asal Inggris, Guy Standing. Dalam bukunya The Precariat: The New Dangerous Class, Guy menjelaskan, prekariat adalah kelas pekerja yang hidup dalam kondisi kerja tidak stabil, tanpa jaminan sosial memadai, dan minim perlindungan hukum.

Secara sederhana, pekerja prekariat adalah mereka yang:

  • Tidak memiliki kepastian kerja jangka panjang
  • Rentan kehilangan pekerjaan kapan saja
  • Minim akses terhadap tunjangan seperti asuransi kesehatan atau pensiun

Konsep ini juga banyak dibahas dalam kajian Sosiologi dan Ekonomi Ketenagakerjaan sebagai dampak dari perubahan struktur pasar kerja global.

2. Ciri-ciri pekerja prekariat

ilustrasi pekerja rumah tangga (pixabay.com/viarami)
ilustrasi pekerja rumah tangga (pixabay.com/viarami)

Menurut berbagai publikasi dari International Labour Organization (ILO), pekerja prekariat memiliki beberapa karakteristik utama:

  • Status kerja tidak pasti: sering bekerja kontrak, paruh waktu, atau freelance
  • Pendapatan tidak stabil: penghasilan bisa berubah-ubah tiap bulan
  • Minim perlindungan sosial: tidak selalu mendapat BPJS, asuransi, atau pesangon
  • Keterbatasan hak kerja: posisi tawar lemah terhadap pemberi kerja

Fenomena ini juga berkaitan erat dengan munculnya platform digital dan gig economy yang memperluas peluang kerja, tetapi sering tanpa perlindungan kuat.

3. Mengapa jumlah pekerja prekariat meningkat?

pekerja kantoran yang sedang bekerja
ilustrasi pekerja kantoran yang sedang bekerja (pexels.com/cottonbro studio)

Peningkatan pekerja prekariat tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor utama yang dijelaskan dalam studi lembaga seperti World Bank dan OECD:

  • Globalisasi ekonomi: perusahaan mencari efisiensi dengan tenaga kerja fleksibel
  • Digitalisasi: munculnya pekerjaan berbasis platform seperti driver online atau freelancer
  • Perubahan regulasi kerja: tren outsourcing dan kontrak jangka pendek
  • Krisis ekonomi: perusahaan menghindari komitmen tenaga kerja permanen

Akibatnya, semakin banyak pekerja yang masuk kategori “rentan”, meski secara formal tetap bekerja.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Related Articles

See More