Jakarta, IDN Times - Ketua Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), Abdul Rivai Ras angkat suara perihal pembekuan sementara 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilakukan oleh pemerintah.
Menurut Rivai, apa yang dilakukan pemerintah sudah tepat, tetapi dia menyoroti bagaimana proses awal pelaksanaan program MBG dilakukan dengan cepat termasuk penentuan titik dapur di berbagai daerah yang cenderung terlalu mudah.
"Pemerintah sejak awal memang merencanakan program MBG ini, tapi dalam prosesnya, akselerasi untuk mewujudkan SPPG, itu memang tidak mudah sehingga pada batch 1, batch 2, penentuan titik dapur di seluruh Indonesia itu mendapat kemudahan. Bahkan ada beberapa tempat yang dikonversi, rumah tinggal jadi dapur, toko jadi dapur," tutur Rivai kepada awak media di Kantor APPMBGI, Jakarta Timur, Minggu (26/4/2026).
