Bappisus Bongkar Akal-akalan Pengusaha MBG yang Cuma Kejar Profit

- Aries Marsudiyanto mengungkap praktik pengusaha MBG yang menurunkan kualitas bahan makanan demi menekan biaya, seperti memperkecil potongan ayam dan mengurangi frekuensi pemberian telur.
- Pemerintah menjatuhkan sanksi suspend kepada lebih dari 1.700 SPPG yang melanggar aturan, dengan kewajiban mengajukan proposal perbaikan sebelum dapat beroperasi kembali.
- Aries menegaskan pentingnya tanggung jawab moral pengusaha untuk menyediakan menu bergizi sesuai porsi anak-anak serta menjaga standar kualitas dalam program Makan Bergizi Gratis.
Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto menyoroti praktik pengurangan spesifikasi bahan makanan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan.
Dia mengungkapkan temuan adanya oknum pengusaha yang sengaja menurunkan kualitas serta kuantitas bahan baku, seperti ukuran potongan ayam dan lele yang diperkecil, menu telur yang jarang diberikan hingga penurunan kualitas buah, demi memangkas biaya produksi.
"Kalau satu ayam mungkin jadi 12 ini jadi 16 jadi 20. Ikan lelenya segini (kecil). Telurnya harusnya satu minggu tiga kali, empat kali, lima kali ya telur mungkin dua kali segala macam. Nah di sini akal-akalan para pengusaha kita temukan di lapangan," katanya dalam APPMBGI National Summit di Jakarta Timur, Sabtu (25/4/2026).
1. Ingatkan pengusaha untuk tidak fokus pada keuntungan

Aries meminta para pelaku usaha tidak hanya sibuk mengejar profit semata dalam menjalankan program MBG. Menurutnya, para pengusaha memiliki tanggung jawab moral kepada sesama manusia dan Tuhan dalam memastikan program tersebut berjalan dengan baik.
"Saya minta kepada Bapak-Bapak, Ibu-Ibu yang di sini, mohon sebagai pengusaha jangan hanya berpikir profit profit profit profit dan profit," paparnya.
Di sisi lain, dia menegaskan pemerintah sudah menghitung secara matematis dan realistis mengenai harga bahan pangan yang ditetapkan. Itu untuk memastikan pengusaha mendapatkan margin keuntungan yang layak.
"Bagaimana telur harga Rp1.400 ya kan, bagaimana itu nasi Rp500 segala macam, itu sudah ada profit kalau kita masak dengan benar," tuturnya.
2. Sanksi tegas bagi SPPG yang melanggar

Dia mengungkapkan sebanyak 1.700 lebih Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) telah dijatuhi sanksi pemberhentian sementara atau suspend oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Pengelola yang disanksi wajib memberikan proposal perbaikan.
"Mereka harus perbaiki, berikan proposal untuk perbaikan. Tidak bisa memperbaiki, tutup. Banyak SPPG lain yang akan berdiri. SPPG ini adalah ujung tombak Bapak-Bapak Ibu-Ibu yang di sini," tegas Aries.
3. Penerima harus mendapat menu yang sesuai

Aries berharap Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) dapat menyampaikan pesan tersebut kepada seluruh anggotanya. Dia menekankan pentingnya memberikan makanan sehat dan bergizi sesuai porsi bagi anak-anak.
Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat memiliki tanggung jawab bersama untuk memperbaiki bangsa dengan memastikan standar kualitas makanan tetap terjaga.
"Kalau semuanya untung harus untung tapi tidak memperbesar keuntungan dengan memperkecil spesifikasi. Berilah anak-anak kita makanan sehat yang bergizi sesuai dengan porsinya," paparnya.


















