Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Kesalahan Pebisnis Pemula saat Menentukan Harga Produk

5 Kesalahan Pebisnis Pemula saat Menentukan Harga Produk
ilustrasi toko bakery (pexels.com/Tran )
Intinya Sih
  • Banyak pebisnis pemula salah strategi harga karena hanya meniru kompetitor atau menetapkan harga terlalu murah tanpa menghitung biaya dan nilai produk secara menyeluruh.
  • Kesalahan umum lainnya adalah tidak memperhitungkan seluruh biaya operasional seperti kemasan, promosi, dan tenaga kerja yang akhirnya membuat margin keuntungan jadi sangat tipis.
  • Pebisnis perlu percaya diri memberi harga sesuai nilai tambah produk serta rutin mengevaluasi harga agar tetap relevan dengan perubahan biaya dan kondisi pasar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menentukan harga produk sering jadi salah satu tantangan terbesar bagi pebisnis pemula. Banyak yang bingung antara ingin cepat laku dengan harga murah atau ingin untung lebih besar tetapi takut pembeli jadi ragu untuk membeli.

Padahal, menentukan harga bukan sekadar memasang angka asal-asalan. Jika salah strategi, bisnis bisa sulit berkembang, margin keuntungan terlalu tipis, atau justru kalah bersaing di pasaran. Berikut lima kesalahan pebisnis pemula saat menentukan harga produk.

1. Menentukan harga hanya ikut kompetitor

ilustrasi diskon
ilustrasi diskon (pexels.com/Erik Mclean)

Banyak pebisnis pemula langsung melihat harga kompetitor lalu mengikuti angka yang sama tanpa perhitungan matang. Padahal, kondisi bisnis tiap usaha bisa berbeda, mulai dari biaya produksi, kualitas bahan, hingga strategi pemasaran yang digunakan.

Jika hanya ikut harga pasar tanpa memahami struktur biaya sendiri, keuntungan bisa terlalu kecil atau bahkan merugi tanpa disadari. Karena itu, penting menghitung biaya internal sebelum melihat harga kompetitor sebagai referensi.

2. Terlalu murah demi cepat dapat pelanggan

ilustrasi bisnis ramai
ilustrasi bisnis ramai (pexels.com/Yasin Onuş)

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah sengaja memasang harga terlalu rendah agar produk cepat laku. Sekilas strategi ini terlihat menarik karena bisa membantu menarik perhatian pembeli di awal bisnis.

Namun dalam jangka panjang, harga terlalu murah bisa membuat margin keuntungan sangat tipis. Selain sulit berkembang, bisnis juga berisiko membuat pelanggan terbiasa dengan harga rendah sehingga sulit menaikkan harga di kemudian hari.

3. Tidak menghitung semua biaya operasional

ilustrasi bisnis makanan
ilustrasi bisnis makanan (pexels.com/Jimmy Liao)

Sebagian pebisnis hanya menghitung biaya bahan baku saat menentukan harga produk. Padahal, ada banyak biaya lain yang juga perlu diperhitungkan seperti kemasan, ongkir, listrik, promosi, tenaga kerja, hingga biaya platform penjualan.

Jika biaya-biaya kecil ini diabaikan, keuntungan yang terlihat di awal bisa ternyata jauh lebih kecil dari perkiraan. Karena itu, menghitung keseluruhan biaya menjadi langkah penting sebelum menentukan harga jual.

4. Takut memasang harga lebih tinggi padahal produk punya nilai tambah

ilustrasi bisnis fnb
ilustrasi bisnis fnb (pexels.com/Kampus Production)

Banyak pebisnis merasa tidak percaya diri memberi harga lebih tinggi meski produknya punya kualitas atau keunikan tertentu. Akibatnya, produk dengan kualitas bagus malah dijual terlalu murah dan sulit memberi keuntungan optimal.

Padahal, konsumen tidak selalu mencari harga paling murah. Jika produk punya nilai tambah seperti kualitas premium, pelayanan baik, atau konsep unik, harga sedikit lebih tinggi justru masih bisa diterima pasar.

5. Tidak mengevaluasi harga secara berkala

ilustrasi tim bisnis
ilustrasi tim bisnis (pexels.com/Yan Krukau)

Harga produk bukan sesuatu yang selalu harus tetap sama selamanya. Perubahan harga bahan baku, biaya operasional, atau kondisi pasar bisa membuat strategi harga perlu disesuaikan dari waktu ke waktu.

Jika harga tidak pernah dievaluasi, bisnis bisa kesulitan menjaga profit atau justru kehilangan daya saing. Karena itu, penting melakukan pengecekan rutin agar harga tetap relevan dengan kondisi bisnis saat ini.

Menentukan harga produk memang tidak selalu mudah, terutama bagi pebisnis pemula yang masih mencari keseimbangan antara keuntungan dan daya tarik pasar. Namun, memahami kesalahan umum bisa membantu bisnis menghindari keputusan yang merugikan sejak awal.

Pada akhirnya, harga terbaik bukan selalu yang paling murah atau paling mahal, tetapi yang paling sesuai dengan biaya, nilai produk, dan target pasar yang ingin dituju.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More