ASDP Angkut 3,4 Juta Penumpang Selama Nataru 2025-2026

- 1.000 trip kapal beroperasi di 15 lintasan pantauan nasional.
- 204.069 penumpang, naik 18,7% dari tahun lalu.
- Total kendaraan mencapai 51.839 unit, naik 19,3%.
Jakarta, IDN Times - PT ASDP Indonesia Ferry mencatat sebanyak 3,4 juta penumpang telah dilayani di 15 lintasan pantauan nasional selama periode Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Sepanjang periode tersebut, ASDP mengklaim layanan penyeberangan berlangsung aman, lancar, dan terkendali di tengah tingginya mobilitas masyarakat antarwilayah.
"Secara kumulatif pada periode H-10 hingga H+10, total penumpang yang menyeberang mencapai 3.445.335 orang, meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujar Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, Senin (5/1/2026).
Sementara itu, total kendaraan tercatat 850.426 unit atau naik 6,7 persen, mencerminkan tingginya pergerakan masyarakat sekaligus efektivitas pengelolaan operasional penyeberangan nasional.
1. Rincian kinerja layanan di ASDP

Berdasarkan data Posko ASDP selama H+10 (4 Januari 2026 pukul 00.00–23.59 WIB), tercatat 1.000 trip kapal beroperasi di 15 lintasan pantauan nasional dengan realisasi 204.069 penumpang, meningkat 18,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi kendaraan, realisasi roda dua mencapai 21.478 unit atau naik 65,3 persen. Kendaraan roda empat tercatat 19.541 unit, tumbuh 4,9 persen, sedangkan bus mencapai 1.650 unit atau naik 5,4 persen. Sementara itu, truk yang menyeberang tercatat 9.170 unit, turun 10,7 persen, sejalan dengan pengaturan distribusi logistik selama periode Nataru.
"Secara keseluruhan, 51.839 unit kendaraan telah menyeberang pada H+10, meningkat 19,3 persen dibandingkan tahun lalu," kata Heru.
2. Layanan angkutan Nataru 2025/2026 berjalan lancar

Heru menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan layanan Nataru ini tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi yang solid serta terkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Sinergi lintas sektor tersebut memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat, pengelolaan arus yang adaptif, serta penanganan dinamika lapangan secara efektif, sehingga layanan penyeberangan dapat berjalan stabil sepanjang periode libur panjang.
“ASDP memastikan layanan pada puncak arus berangkat maupun balik selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026 secara keseluruhan berjalan lancar, aman, selamat, dan terkendali melalui pengaturan jadwal kapal, kesiapan sumber daya manusia, optimalisasi fasilitas pelabuhan, serta pemantauan intensif melalui posko terpadu. Kepatuhan pengguna jasa dalam membeli tiket secara daring melalui Ferizy juga berperan penting dalam menjaga keteraturan layanan,” tutur Heru.
3. Kolaborasi jaga kelancaran arus

Heru pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menjaga kelancaran arus berangkat dan balik Nataru.
Kolaborasi tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, Danantara Indonesia, Kementerian PUPR, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, BMKG, Kementerian Kesehatan, asosiasi penyeberangan, hingga para pengguna jasa.



















