Aset BUMN Merosot Rp100 Triliun, Sengkarut Tata Kelola Biang Keroknya

- Nilai aset BUMN turun sekitar Rp100 triliun akibat kesalahan tata kelola dan proses perbaikan laporan keuangan yang tengah dilakukan BP BUMN bersama Danantara.
- Sektor dana pensiun BUMN menghadapi potensi gagal bayar hingga Rp50 triliun, menjadi perhatian utama dalam upaya pembenahan sistem keuangan perusahaan negara.
- BP BUMN dan Danantara menunda rilis laporan keuangan konsolidasi untuk memastikan audit menyeluruh, penertiban aset bermasalah, serta penerapan transparansi dan akuntabilitas global.
Jakarta, IDN Times - Badan Pengaturan (BP) BUMN bersama Danantara tengah melakukan pembenahan besar-besaran terhadap tata kelola dan transparansi laporan keuangan BUMN.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan dalam proses perbaikan laporan keuangan BUMN, terjadi impairment atau penurunan nilai aset hingga Rp100 triliun.
“Anda bisa bayangkan pada tahun ini saja impairment hampir Rp100 triliun akibat kesalahan tata kelola," kata Dony dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (21/5/2026).
1. Ada bom waktu dari dana pensiun BUMN

Tak hanya itu, sektor dana pensiun (dapen) BUMN juga menjadi sorotan tajam karena menyimpan bom waktu berupa potensi gagal bayar (potential default) yang sangat besar.
"Tahun ini saya harus menyelesaikan lagi potential default dan exposure kita dana pensiun kurang lebih Rp50 triliun,” ucap Dony.
2. Praktik manipulasi laporan keuangan rugikan negara

Dony membeberkan, sengkarut laporan keuangan BUMN sering kali dipicu praktik manipulasi atau rekayasa keuangan demi memoles kinerja di permukaan.
Akibatnya, negara dan perusahaan harus menanggung kerugian besar, baik karena faktor kelalaian manajemen maupun tindakan melanggar hukum.
"Kesalahan yang terjadi akibat empat hal. Financial engineering tujuannya performance terlihat lebih baik. Karena investasi yang digelembungkan dan dibesar-besarkan. Rugi karena keteledoran dalam me-manage atau rugi karena fraud," kata Dony.
3. Bakal rilis laporan keuangan seluruh BUMN usai perbaikan

Mengingat skala persoalan yang masif, manajemen Danantara dan BP BUMN memilih untuk menunda rilis laporan keuangan BUMN terkonsolidasi.
Laporan keuangan Danantara baru akan diselesaikan setelah seluruh pos keuangan BUMN yang bermasalah ditertibkan dan dihitung ulang secara objektif.
Dony memastikan bahwa saat ini fokus utama timnya adalah melakukan audit mendalam dan merapikan pencatatan aset agar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Melalui konsolidasi dan pembersihan buku ini, Danantara diharapkan dapat memulai langkahnya di atas fondasi keuangan yang sehat, bersih dari beban masa lalu, serta menerapkan standar transparansi berkelas global.








![[QUIZ] Di Umur Berapa Kamu akan Kaya Raya? Cari Tahu di Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20240715/austin-distel-vvacrva56fc-unsplash-da57c56c5776d1a35ab60d3b63cfcb1b.jpg)










