Jakarta, IDN Times - Persoalan backlog perumahan di Indonesia mulai menunjukkan perbaikan. Hal ini tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah rumah tangga yang belum memiliki rumah maupun yang tinggal di rumah tidak layak huni mengalami penurunan pada 2026.
Berdasarkan data BPS dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026, terdapat dua komponen backlog perumahan. Pertama, backlog kepemilikan rumah atau backlog 1, yakni rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri.
"Pada 2026, jumlah rumah tangga yang masuk kategori tersebut mencapai 9,29 juta rumah tangga. Angka ini turun 0,35 juta rumah tangga dibandingkan 2025 yang mencapai 9,64 juta rumah tangga," tulis BPS dalam datanya, dikutip, Minggu (16/8/2026).
Secara persentase, backlog kepemilikan rumah juga turun dari 13,00 persen pada 2025 menjadi 12,39 persen pada 2026. Dengan demikian, terjadi penurunan 0,61 poin persentase dalam setahun.
