Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Bahlil Tegaskan BBM Nonsubsidi Mengikuti Harga Pasar Global

Bahlil Tegaskan BBM Nonsubsidi Mengikuti Harga Pasar Global
Menteri ESDM Bahlil Lahadia mengecek ketersediaan BBM di SPBU Bolon, Colomadu, Karanganyar. (IDN Times/Larasati Rey)
Intinya Sih
  • Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM non-subsidi otomatis mengikuti fluktuasi pasar global sesuai Kepmen ESDM 245/2022 tanpa perlu pengumuman resmi.

  • Harga BBM nonsubsidi ditentukan oleh rata-rata publikasi MOPS atau Argus serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam periode tertentu.

  • Pemerintah memastikan kebijakan subsidi BBM tetap memprioritaskan kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah sambil menunggu keputusan akhir Presiden.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan skema harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia dibagi menjadi dua kategori, yakni BBM nonsubsidi dan BBM subsidi. Ketentuan tentang formulasi harga BBM tersebut telah diatur dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022.

Untuk kategori nonsubsidi, penyesuaian harga dilakukan secara otomatis mengikuti fluktuasi pasar global.

"Jadi mau diumumkan atau tidak diumumkan dia akan mengikuti harga pasar. Itu yang industri (nonsubsidi)," katanya disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/3/2026).

1. Kelompok mampu diminta tidak gunakan BBM subsidi

Petugas mengisi BBM jenis Pertalite ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
Petugas mengisi BBM jenis Pertalite ke tangki sepeda motor konsumen di salah satu SPBU Pertamina. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Bahlil merinci jenis BBM industri mencakup bensin dengan oktan tinggi seperti RON 95 dan RON 98. Dia menegaskan jenis BBM tersebut ditujukan bagi masyarakat kelompok mampu.

Menurutnya, negara hanya berkewajiban menyediakan stok bagi kelompok tersebut, sementara biaya konsumsinya sepenuhnya ditanggung oleh pembeli sesuai harga pasar tanpa membebani anggaran negara sedikit pun.

"Itu kan orang-orang yang mampulah seperti mohon maaf contoh Pak Rosan (Menteri Investasi), Pak Sekkab, masa pakai minyak subsidi? Iya kan. Dan selama mereka mau jalan banyak, selama ada uang untuk bayar, monggo," ujarnya.

2. Faktor yang menentukan harga BBM nonsubsidi

WhatsApp Image 2025-08-15 at 19.06.25.jpeg
Penggunaan kendaraan bermotor mengisi Pertamax Green 95 di SPBU Pertamina 44.552.11 di Jalan Kyai Mojo No.52, Bener, Tegalrejo, Yogyakarta, Sabtu (9/8/2025) siang. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Faktor utama yang menentukan harga BBM nonsubsidi adalah pergerakan harga minyak internasional, baik melalui publikasi Mean of Platts Singapore (MOPS) maupun Argus. Itu sebagaimana Lampiran Kepmen 245/2022 poin a angka 1.

"Perhitungan menggunakan rata-rata harga publikasi MOPS atau Argus, dengan satxian USD/barel periode tanggal 25 (dua puluh lima) pada 2 (dua) bulan sebelumnya sampai dengan tanggal 24 (dua puluh empat) 1 (satu) bulan sebelumnya untuk penetapan bulan beijalan," demikian bunyi poin dimaksud.

Selain harga minyak dunia, kurs mata uang juga menjadi penentu karena transaksi minyak internasional menggunakan dolar Amerika Serikat (AS).

"Menggunakan rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika dengan kurs tengah Bank Indonesia periode tanggal 25 (dua puluh lima) pada 2 (dua) bulan sebelumnya sampai dengan tanggal 24 (dua puluh empat) 1 (satu) bulan sebelumnya untuk penetapan bulan berjalan," bunyi Lampiran poin a angka 4.

3. Kebijakan BBM subsidi prioritaskan kondisi rakyat

Ilustrasi SPBU, Pertamax, Pertalite (IDN Times/Shemi)
Ilustrasi SPBU, Pertamax, Pertalite (IDN Times/Shemi)

Bahlil meminta masyarakat untuk bersabar menunggu keputusan final dari Presiden mengenai kelanjutan harga BBM subsidi. Dia menekankan setiap kebijakan yang diambil pemerintah akan selalu mempertimbangkan kebaikan bangsa dan negara.

Menurutnya, Presiden terus memantau kebutuhan masyarakat lapisan bawah di tengah fokus pembangunan nasional. Dia menegaskan kembali prioritas pemerintah saat ini adalah terkait kebijakan subsidi.

"Insyaallah saya yakinkan bahwa Bapak Presiden dalam membuat kebijakan selalu mempertimbangkan dan memprioritaskan tentang kondisi masyarakat. Insyaallah baik. Nanti tunggu tanggal mainnya ya," paparnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More