Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bangun Cipungland, Raffi Ahmad Cari Dana Lewat IPO RANS
potret keluarga Raffi Ahmad (instagram.com/raffinagita1717)
  • PT RANS Entertainment Indonesia akan melantai di BEI pada 10 Juli 2026 dengan target dana IPO hingga Rp429 miliar untuk memperluas bisnis ke sektor rekreasi edukatif.
  • Dana hasil IPO dialokasikan untuk pembangunan Cipungland, konser besar, akuisisi bisnis kosmetik, pengembangan AI, serta pelunasan utang dan modal kerja perusahaan.
  • Raffi Ahmad tetap menjadi pemegang saham mayoritas RANS, didampingi Nagita Slavina dan sejumlah tokoh seperti Dony Oskaria serta Kaesang Pangarep sebagai investor institusional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Perusahaan hiburan milik pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, PT RANS Entertainment Indonesia, bersiap mengepakkan sayap bisnisnya ke sektor rekreasi edukatif. Melalui langkah strategis melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham RANS pada 10 Juli 2026, perusahaan ini membidik dana segar hingga Rp429 miliar.

Berdasarkan publikasi prospektus di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), korporasi bakal melepas 2,525miliar lembar saham baru, yang merepresentasikan 20,02 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

1. Dana IPO dialokasikan untuk pembangunan Cipungland hingga konser

ilustrasi IPO (IDN Times/Aditya Pratama)

Dari total target dana yang dihimpun, RANS telah memetakan enam rencana alokasi strategis. Fokus yang paling memikat perhatian publik adalah pemanfaatan 18,64 persen dana hasil IPO sebagai belanja modal (capital expenditure) untuk membiayai proyek ekspansi wahana bermain dan belajar edukatif yang diberi nama Cipungland.

Selain untuk menggarap Cipungland, porsi dana terbesar yaitu sekitar 37,61 persen disiapkan untuk belanja operasional (operational expenditure) guna menggelar rangkaian konser skala besar yang mendatangkan musisi nasional maupun internasional. Sisanya akan dialokasikan untuk kebutuhan korporasi lain: 19,8 persen untuk akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina), 8,15 persen untuk mendirikan bisnis kecerdasan buatan (artificial intelligence) bersama PT Global Teknologi, lalu 6,98 persen untuk percepatan pelunasan utang pokok kepada BNI, serta sebagian kecil sisanya sebagai setoran modal internal perseroan.

2. Harga penawaran mulai Rp135 per lembar

Ilustrasi IPO (IDN Times/Aditya Pratama)

Untuk merealisasikan proyek-proyek tersebut, saham RANS bakal ditawarkan kepada masyarakat luas dalam rentang harga Rp135 sampai Rp170 per lembar saham. Proses ini akan melewati beberapa tahapan, dimulai dari masa penawaran awal (bookbuilding) pada 23–25 Juni 2026, hingga perkiraan tanggal efektif dari otoritas pasar modal pada 30 Juni 2026.

Bagi masyarakat yang tertarik, masa penawaran umum perdana dijadwalkan berlangsung dari tanggal 2 hingga 8 Juli 2026. Selanjutnya, proses berlanjut ke tahap penjatahan pada 8 Juli, distribusi saham elektronik pada 9 Juli, hingga akhirnya saham resmi diperdagangkan secara publik di BEI mulai 10 Juli 2026.

3. Ada Bos Danantara hingga Kaesang di balik nama pemegang saham RANS

Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep menghadiri acara Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) dan pelantikan pengurus DPW Lombok, NTB, Sabtu (2/5/2026). Pelantikan ini digelar serentak untuk seluruh pengurus DPD PSI se-NTB (dok. DPP PSI)

Di balik rencana ekspansi besar ini, kendali atas kepemilikan saham terbesar RANS masih dipegang kuat oleh Raffi Ahmad dengan porsi mayoritas 78,68 persen, sementara Nagita Slavina mendekap kepemilikan langsung sebesar 1,24 persen. Pemegang saham dari lini institusi terbesar ditempati oleh PT Indonesia Entertainmen Grup yang menguasai porsi sebesar 9,04 persen.

Menariknya, struktur internal perusahaan juga diperkuat oleh kombinasi nama-nama besar dari dunia bisnis hingga tokoh nasional. Di antaranya adalah Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, yang memiliki porsi 3,42 persen.

Ada juga putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep, dengan kepemilikan 1,14 persen. Sisa saham lainnya tersebar di beberapa pihak, seperti Soultan Ariq Rachman (3,43 persen), CEO SCTV dan Vidio.com Sutanto Hartono (1,43%), Hikmat Janika (0,86 persen), serta PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi (0,76 persen).

Editorial Team

Related Article