"Menurut saya, Ibu Destry Damayanti adalah salah satu teknokrat moneter paling lengkap yang pernah dimiliki Indonesia. Beliau memahami teori ekonomi, dinamika pasar keuangan, stabilitas perbankan, hingga proses pengambilan kebijakan di Bank Indonesia," kata Fakhrul dalam keterangannya, Selasa (11/8/2026).
Komisi XI Puji Pengalaman Destry Damayanti di Bidang Moneter

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komisi XI Hanif Dhakiri menilai, Destry Damayanti memiliki pengalaman yang mumpuni untuk memimpin Bank Indonesia (BI).
Menurut Hanif, Destry memiliki jam terbang tinggi dalam menjalankan kebijakan moneter. Selain itu, Destry dinilai memiliki relasi yang baik dengan para pemangku kepentingan di sektor moneter dan keuangan.
“Saya kira beliau figur yang sangat bisa diandalkan, profesional, dan orangnya juga sudah berpengalaman luas. Mengenal seluk-beluk moneter dan keuangan Indonesia yang tentunya ke depan kita harapkan situasinya akan menjadi lebih baik,” ujar Hanif saat ditemui usai mengikuti UMKM Finance Summit 2026 di Hotel Bidakara, Selasa (11/8/2026).
1. Rapat akan segera digelar usai masa reses berakhir

Destry Damayanti resmi menjadi Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesi (PGS BI). (IDN Times/Ilman Nafi'an) Terkait pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test), Hanif mengatakan DPR belum membahas secara rinci jadwal pelaksanaannya. Pasalnya, DPR saat ini masih dalam masa reses dan masa sidang akan kembali dimulai pada 14 Agustus 2026.
“ Mudah-mudahan nanti tanggal 14 (Agustus) kita sudah mulai masuk, mungkin akan segera digelar rapat dan pasti akan segera dijadwalkan,” kata Hanif.
2. Destry Damayanti memiliki pengalaman yang cukup
Deputi Gubernur Senior (DGS) BI, Destry Damayanti dalam konferensi pers di Gedung Bank Indonesia BI, Jakarta, Senin (27/7/2026). (Dok. Bank Indonesia) Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai Destry memiliki pengalaman yang cukup lengkap di sektor moneter dan keuangan. Pengalamannya mencakup dunia akademik, pasar keuangan, perbankan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), hingga lebih dari tujuh tahun sebagai bagian dari Dewan Gubernur BI.
3. Tantangan Gubernur BI kedepan makin kompleks

Logo Bank Indonesia Menurut Fakhrul, tantangan gubernur BI berikutnya akan semakin kompleks. Pasalnya, perubahan teknologi, kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, fragmentasi perdagangan global, perubahan rantai pasok, transisi energi, demografi, hingga ketidakpastian geopolitik mulai memengaruhi cara perekonomian berjalan.
"Dunia yang akan dihadapi Gubernur BI berikutnya bukan lagi dunia ketika inflasi dan suku bunga menjadi satu-satunya variabel utama yang menentukan arah ekonomi," ujarnya.
Karena itu, ia menilai bank sentral perlu memiliki kemampuan membaca perubahan struktural ekonomi dalam jangka panjang, bukan hanya merespons siklus ekonomi jangka pendek.
















