Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Minyak Dunia Turun, ICP Indonesia Juli Jadi 81,68 Dolar AS

Harga Minyak Dunia Turun, ICP Indonesia Juli Jadi 81,68 Dolar AS
Ilustrasi harga minyak turun (IDN Times/Arief Rahmat)
  • ICP Indonesia Juli 2026 ditetapkan sebesar 81,68 dolar AS per barel, turun 1,77 dolar AS dari bulan sebelumnya.
  • Penurunan terjadi seiring harga minyak utama dunia melemah dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah mereda.
  • Pemerintah tetap memantau pasokan, geopolitik, dan pasar global karena eskalasi konflik masih berisiko memengaruhi harga minyak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah menetapkan Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) Juli 2026 sebesar 81,68 dolar Amerika Serikat (AS) per barel. Harga itu turun 1,77 dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya.

Penetapan ICP Juli 2026 tercantum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 319.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Juli 2026.

Perubahan ICP tersebut mengikuti dinamika harga minyak mentah di pasar internasional. Pemerintah menyatakan tetap memantau perkembangan pasar global untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan energi nasional.

  1. 1. ICP Juli turun di tengah meredanya konflik Timur Tengah

    Ilustrasi kekuatan militer negara-negara besar dalam percaturan geopolitik global.
    Ilustrasi politik kekuatan militer dalam percaturan geopolitik global, ketika rivalitas negara-negara besar membentuk dinamika dunia multipolar. Gambar dibuat menggunakan Open AI karena keterbatasan stok yang ada.

    Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menjelaskan ICP Juli turun dari 83,45 dolar AS per barel pada Juni 2026 menjadi 81,68 dolar AS per barel. Itu terjadi di tengah meredanya konflik Timur Tengah.

    "Penetapan ICP bulan Juli 2026 sebesar US$81,68 per barel mencerminkan dinamika pasar minyak mentah global yang mengalami penyesuaian menyusul meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta berangsur pulihnya arus pasokan minyak dunia," kata Laode dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).

  2. 2. Harga minyak mentah dunia ikut turun

    Ilustrasi Penurunan Harga Minyak (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi Penurunan Harga Minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

    Penurunan harga juga terjadi pada sejumlah minyak mentah utama dunia. Berikut perubahannya pada Juli 2026:

    • Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia turun 1,77 dolar AS per barel dari 83,45 dolar AS menjadi 81,68 dolar AS per barel
    • Brent (ICE) turun 0,46 dolar AS per barel dari 84,43 dolar AS menjadi 83,97 dolar AS per barel
    • WTI (Nymex) turun 2,57 dolar AS per barel dari 81,79 dolar AS menjadi 79,22 dolar AS per barel
    • Dated Brent turun 2,06 dolar AS per barel dari 85,47 dolar AS menjadi 83,41 dolar AS per barel
    • Basket OPEC turun 7 dolar AS per barel dari 89,75 dolar AS menjadi 82,74 dolar AS per barel per 30 Juli 2026.

    Laode mengatakan pergerakan harga minyak internasional dipengaruhi kondisi geopolitik, pasokan, dan permintaan global. Salah satunya adalah de-eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran yang diikuti gencatan senjata serta terbukanya ruang diplomasi bilateral dan multilateral.

    Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz yang mulai membaik juga memengaruhi kepercayaan pasar. Berdasarkan data Badan Energi Internasional (IEA), pemulihan sementara lalu lintas di Selat Hormuz mendorong kenaikan pasokan minyak dunia sebesar 4,1 juta barel per hari pada Juni 2026 sehingga total pasokan mencapai 98,8 juta barel per hari.

  3. 3. Eskalasi konflik masih jadi risiko harga minyak

    Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)
    Ilustrasi harga minyak (IDN Times/Arief Rahmat)

    Sejumlah faktor masih menjadi sumber ketidakpastian, seperti potensi eskalasi militer dalam skala terbatas dan perubahan persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Faktor tersebut dapat memengaruhi pergerakan harga minyak pada periode berikutnya.

    Pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar minyak internasional. Formula ICP juga tetap diterapkan secara transparan agar mencerminkan dinamika pasar internasional serta tetap akuntabel bagi keuangan negara dan kegiatan usaha hulu migas.

    Perubahan pasokan, kondisi geopolitik, dan perkembangan pasar global akan terus dipantau pemerintah untuk menghadapi fluktuasi harga minyak sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketahanan energi nasional.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More