Jakarta, IDN Times - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menjalankan sejumlah inovasi unggulan sepanjang 2025 yang meliputi inovasi sosial, eco-inovasi, maupun penerapan ekonomi karbon untuk mendukung keberlanjutan perusahaan. Selain itu, Pupuk Kaltim secara konsisten mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh lini bisnis, termasuk melalui penguatan efisiensi operasional dan pengembangan produk ramah lingkungan.
Pada aspek inovasi sosial, Pupuk Kaltim menghadirkan program PKT BISA (Pengembangan Kawasan Terpadu Berbasis Integrasi Sistem Agroenergi) yang mendorong pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi energi alternatif biogas, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.
"Program ini mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan dan energi terbarukan dalam satu kawasan yang terpadu," ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).
Pupuk Kaltim juga menjalankan program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) sebagai bentuk kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas pengasuhan anak dan kesejahteraan keluarga di sekitar wilayah operasional.
Sementara pada sisi lingkungan, Pupuk Kaltim memperkuat eco-inovasi melalui konsep Road to Zero Waste, yang mendorong pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir, sekaligus menciptakan nilai tambah dari limbah.
"Melalui eco-inovasi ini, sampah dinilai sebagai suatu sumber daya yang berharga dan dengan pengelolaan yang tepat akan memberikan manfaat tidak hanya bagi perusahaan, tapi juga bagi masyarakat sekitar," ujar Gusrizal.
