Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bangun PLTS hingga Berinovasi Sosial, Pupuk Kaltim Sabet PROPER Emas
Logo Pupuk Kaltim (dok. Pupuk Kaltim)
  • Pupuk Kaltim mengembangkan inovasi sosial dan eco-inovasi seperti program PKT BISA, TAMASYA, serta konsep Road to Zero Waste untuk mendukung keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
  • Perusahaan memperkuat komitmen energi hijau melalui pembangunan PLTS berkapasitas total 3,8 MW hingga 2024 dan rencana tambahan 2,3 MW pada 2026 sebagai bagian dari implementasi Nilai Ekonomi Karbon.
  • Berbagai inisiatif keberlanjutan tersebut mengantarkan Pupuk Kaltim meraih PROPER Emas 2025 untuk kesembilan kalinya, menegaskan penerapan prinsip beyond compliance dalam operasionalnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menjalankan sejumlah inovasi unggulan sepanjang 2025 yang meliputi inovasi sosial, eco-inovasi, maupun penerapan ekonomi karbon untuk mendukung keberlanjutan perusahaan. Selain itu, Pupuk Kaltim secara konsisten mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh lini bisnis, termasuk melalui penguatan efisiensi operasional dan pengembangan produk ramah lingkungan.

Pada aspek inovasi sosial, Pupuk Kaltim menghadirkan program PKT BISA (Pengembangan Kawasan Terpadu Berbasis Integrasi Sistem Agroenergi) yang mendorong pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan menjadi energi alternatif biogas, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.

"Program ini mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan dan energi terbarukan dalam satu kawasan yang terpadu," ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).

Pupuk Kaltim juga menjalankan program TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) sebagai bentuk kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas pengasuhan anak dan kesejahteraan keluarga di sekitar wilayah operasional.

Sementara pada sisi lingkungan, Pupuk Kaltim memperkuat eco-inovasi melalui konsep Road to Zero Waste, yang mendorong pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir, sekaligus menciptakan nilai tambah dari limbah.

"Melalui eco-inovasi ini, sampah dinilai sebagai suatu sumber daya yang berharga dan dengan pengelolaan yang tepat akan memberikan manfaat tidak hanya bagi perusahaan, tapi juga bagi masyarakat sekitar," ujar Gusrizal.

1. Pembangunan PLTS

Ilustrasi PLTS (Foto: Dok IDN Times)

Komitmen keberlanjutan juga diwujudkan Pupuk Kaltim melalui implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK), di antaranya melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Hingga saat ini,Pupuk Kaltim telah merealisasikan pembangunan PLTS tahap 1 pada 2022 dengan kapasitas 1,2 Megawatt (MW) dan tahap 2 pada 2024 dengan kapasitas 2,6 MW.

"Ke depan, Pupuk Kaltim berencana membangun PLTS dengan kapasitas 2,3 MW pada 2026, serta rencana kerja sama pemanfaatan CO2. Implementasi Nilai Ekonomi Karbon ini menjadi langkah strategis Pupuk Kaltim dalam mendukung target pengurangan emisi, serta memperkuat komitmen menuju perusahaan rendah karbon," tutur Gusrizal.

2. Revamping Ammonia Pabrik-2

Peresmian Revamping Ammonia Pabrik-2 PT Pupuk Kaltim

Kemudian di sisi operasional Pupuk Kaltim juga terus memperkuat efisiensi dan keunggulan kinerja melalui berbagai inisiatif, termasuk Revamping Ammonia Pabrik-2, serta inisiatif hilirisasi dan diversifikasi produk seperti lewat pengembangan pabrik soda ash.

“Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus memperkuat implementasi program keberlanjutan melalui inovasi sosial, eco-inovasi, serta pengembangan energi terbarukan guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia,” kata Gusrizal.

3. Raihan PROPER Emas ke-9

Pupuk Kaltim raih penghargaan PROPER Emas kesembilan kali secara beruntun (dok. Pupuk Kaltim)

Segala program yang telah dijalankan tersebut membuat Pupuk Kaltim diganjar penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) untuk kesembilan kalinya secara beruntun.

Gusrizal menyampaikan capaian tersebut menunjukkan komitmen Pupuk Kaltim dalam menjalankan prinsip beyond compliance, dengan tidak hanya berfokus pada pemenuhan regulasi, tetapi juga mendorong inovasi yang berdampak langsung bagi lingkungan dan masyarakat.

“Capaian ini mencerminkan komitmen Pupuk Kaltim untuk melampaui kepatuhan terhadap regulasi, dengan menghadirkan berbagai inovasi yang memberi manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Gusrizal.

Editorial Team