Jakarta, IDN Times – Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi menyatakan seluruh layanan angkutan umum di Islamabad digratiskan bagi warga selama 30 hari. Kebijakan ini mulai diterapkan pada Sabtu (4/4/2026), dengan seluruh biaya ditanggung pemerintah pusat sekitar 1,2 juta dolar AS (setara Rp20,4 miliar).
Langkah tersebut diambil sebagai tanggapan atas lonjakan harga bahan bakar yang signifikan. Harga bensin meningkat dari 1,15 dolar AS per liter (setara Rp19.550) menjadi 1,64 dolar AS per liter (setara Rp27.880), atau naik 42,7 persen, sedangkan solar naik dari 1,20 dolar AS per liter (setara Rp20.400) menjadi 1,86 dolar AS per liter (setara Rp31.620), atau melonjak 54,9 persen, yang langsung diberlakukan dan memicu protes di sejumlah kota serta antrean panjang di SPBU, dilansir dari Anadolu Agency.
