Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BBM Non-Subsidi Naik per 4 Mei 2026, DPR Soroti Risiko ke Sektor Riil
Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan soroti tekanan fiskal di tengah ketidakpastian global. (Dok. DPR RI)
  • PT Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi mulai 4 Mei 2026, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara BBM subsidi tetap tidak berubah.
  • DPR menyoroti dampak kenaikan harga BBM non-subsidi terhadap biaya logistik dan transportasi yang berpotensi memicu inflasi serta mendesak kebijakan fiskal yang adaptif.
  • Erik Hermawan mendorong percepatan transisi energi dan koordinasi lintas kementerian untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil demi ketahanan ekonomi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
4 Mei 2026

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga memberlakukan kenaikan harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Harga baru mulai berlaku di seluruh wilayah Indonesia.

5 Mei 2026

Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan menyoroti dampak kenaikan harga BBM non-subsidi terhadap sektor riil. Ia meminta pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat serta memperkuat kebijakan fiskal yang adaptif.

kini

Pemerintah terus menghadapi tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi global. Dorongan percepatan transisi energi menjadi fokus jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Harga BBM non-subsidi mengalami kenaikan yang mulai berlaku pada 4 Mei 2026, mencakup jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
  • Who?
    Kenaikan dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga, sementara Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan menyoroti dampaknya terhadap sektor riil.
  • Where?
    Kebijakan penyesuaian harga diumumkan di Jakarta dan berlaku di seluruh wilayah operasional Pertamina di Indonesia.
  • When?
    Kenaikan harga diberlakukan mulai 4 Mei 2026, dengan pernyataan resmi dari anggota DPR disampaikan pada 5 Mei 2026.
  • Why?
    Kenaikan dipicu oleh fluktuasi harga minyak dunia dan dinamika geopolitik global yang menyebabkan biaya impor energi meningkat.
  • How?
    Pertamina menyesuaikan harga jual BBM non-subsidi hingga Rp4.000 per liter, sementara pemerintah diminta menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Mulai tanggal 4 Mei 2026, harga bensin yang tidak disubsidi naik. Pertamina yang menaikkan harganya. Ada orang dari DPR namanya Pak Erik yang bilang kenaikan ini bisa bikin ongkos kirim barang dan transportasi jadi mahal. Dia minta pemerintah jaga harga makanan dan bantu rakyat supaya tetap kuat beli barang. Sekarang pemerintah juga mau cepat pindah ke energi baru biar nanti tidak tergantung minyak lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kenaikan harga BBM non-subsidi yang disertai sorotan DPR menunjukkan adanya perhatian serius terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah tetap menahan harga BBM subsidi, langkah yang mencerminkan perlindungan bagi kelompok rentan. Selain itu, dorongan untuk mempercepat transisi energi menandakan komitmen menuju ketahanan ekonomi dan keberlanjutan jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi XI DPR RI Eric Hermawan menyoroti kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi oleh PT Pertamina (Persero) yang berlaku mulai 4 Mei 2026. Ia meminta agar stabilitas ekonomi nasional dan perlindungan daya beli masyarakat tetap menjadi perhatian pemerintah.

"Meskipun kenaikan ini dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia dan dinamika geopolitik global, dampaknya terhadap sektor riil tidak boleh diabaikan," kata Eric kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).

1. Harga BBM non-subsidi naik berdampak pada logistik dan transportasi

Anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar DPR RI, Eric Hermawan soroti pelebaran defisit APBN 2025. (Dok. Fraksi Golkar).

Anggota Fraksi Golkar DPR RI itu turut menyoroti adanya potensi peningkatan biaya logistik dan transportasi, khususnya akibat kenaikan tajam pada BBM diesel non-subsidi.

Menurut dia, kondisi ini dapat memicu tekanan inflasi dan berdampak pada harga barang kebutuhan pokok. Ia pun mendorong pemerintah untuk memperkuat kebijakan fiskal yang lebih adaptif dan responsif.

"Langkah yang perlu diambil antara lain memastikan subsidi tetap tepat sasaran, menjaga stabilitas harga pangan, serta meningkatkan transparansi dalam mekanisme penentuan harga BBM agar masyarakat memahami faktor-faktor yang memengaruhi kenaikan tersebut," kata dia.

2. Dorong percepatan transisi energi untuk jangka panjang

Anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Golkar DPR RI, Eric Hermawan soroti pelebaran defisit APBN 2025. (Dok. Fraksi Golkar).

Lebih jauh, Erik turut menekankan pentingnya percepatan transisi energi sebagai solusi jangka panjang. Ia mendorong penguatan koordinasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), guna mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Menurut dia, evaluasi kebijakan energi harus dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis data demi ketahanan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Percepatan transisi energi sebagai solusi jangka panjang," ujar dia.

3. Daftar harga BBM non-subsidi terbaru

Ilustrasi SPBU. (Dok. Pertamina Patra Niaga)

PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 4 Mei 2026. Adapun yang mengalami kenaikan harga adalah BBM jenis RON 98 atau Turbo dan juga BBM diesel nonsubsidi.

Kenaikan harga BBM nonsubsidi terjadi di tengah konflik yang masih berkecamuk di kawasan Timur Tengah, dan menyebabkan harga minyak dunia terus melambung tinggi.

Berdasarkan penyesuaian terbaru, harga Pertamax Turbo (RON 98) naik dari Rp19.400 menjadi Rp19.900 per liter, Dexlite dari Rp23.600 menjadi Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex dari Rp23.900 menjadi Rp27.900 per liter menjadikannya kenaikan tertinggi hingga Rp4.000 per liter.

Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite (Rp10.000/liter) dan Solar subsidi (Rp6.800/liter), serta Pertamax (Rp12.300/liter), tidak mengalami perubahan, menunjukkan upaya pemerintah menjaga kelompok masyarakat rentan.

Editorial Team