Jakarta, IDN Times – Ismiatin Aningsih tak kuasa menahan haru ketika nama putrinya, Wafa' Shabrina Berlianti, tercatat sebagai penerima beasiswa dari PT Permodalan Nasional Madani (Persero). Bagi perempuan yang dua puluh tahun terakhir banting tulang menghidupi keluarganya, beasiswa itu terasa seperti jawaban atas doa yang selama ini ia simpan sendiri.
Perjalanan menuju momen itu tidak singkat. Sejak muda, Ismiatin membangun usaha ayam broiler dengan tangannya sendiri. Namun bisnis tidak selalu berjalan mulus. Badai pasang surut yang tak terduga membuat usahanya perlahan gulung tikar, modal terkuras habis, dan semangatnya nyaris padam. Di titik itu, menyerah terasa jadi pilihan paling masuk akal.
