Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rupiah Terkapar, Akhiri Pergerakan di Rp17.611 Pekan Ini

Rupiah Terkapar, Akhiri Pergerakan di Rp17.611 Pekan Ini
ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)
  • Rupiah ditutup melemah 64 poin atau 0,36 persen ke Rp17.611 per dolar AS pada Jumat sore, setelah dibuka di Rp17.600.
  • Kurs tengah BI melalui JISDOR juga tercatat Rp17.611 per dolar AS, melemah dibandingkan posisi Rp17.536 pada penutupan perdagangan Kamis.
  • Analis menilai sentimen tekanan fiskal akibat minyak dunia 108 dolar AS per barel membebani rupiah; pelemahan diproyeksikan berlanjut pada perdagangan pekan depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah pada penutupan perdagangan sore ini, Jumat (11/9/2026). Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup melemah 64 poin atau 0,36 persen ke Rp17.611 per dolar AS sore ini.

Pagi tadi, rupiah dibuka melemah 53 poin atau 0,3 persen pada level Rp17.600 per dolar AS.

  1. 1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

    Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan sore ini dibandingkan kemarin.

    Berdasarkan data JISDOR BI, nilai tukar rupiah menyentuh Rp17.611 per dolar AS. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan kemarin, Kamis (10/9/2026), yang berada di angka Rp17.536 per dolar AS.

  2. 2. Pelaku pasar soroti tekanan fiskal dengan lonjakan harga minyak dunia

    Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi pelemahan rupiah didorong oleh sentimen negatif pelaku pasar terhadap kondisi fiskal Tanah Air.

    Dengan harga minyak dunia yang menyentuh 108 dolar AS per barel, pemerintah harus menambah alokasi anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) dalam APBN. Sebab, dalam APBN tahun ini, pemerintah menetapkan asumsi harga minyak mentah senilai 70 dolar AS.

    “Anggaran fiskal (APBN) jebol karena beban subsidi yang tidak rasionaldan pemerintah mempertahankan subsidi BBM. Kalau menaikkan Harga BBM, akan memicuinflasi tinggi, menurunkan daya beli masyarakat, dan berisiko memperlambat pertumbuhanekonomi secara keseluruhan,” tutur Ibrahim dalam keterangannya.

  3. 3. Rupiah diprediksi pekan depan

    Atas faktor-faktor tersebut, Ibrahim memprediksi pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih akan berlanjut pekan depan, Senin (14/9).

    “Untuk perdagangan Senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp17.610 - Rp17.650. Sedangkan untuk sepekan depan di range Rp17.500 - Rp17.850,” ucap Ibrahim.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More