Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BI Rate Naik, Bagaimana Dampaknya ke Bunga KPR Rumah Subsidi?
Ilustrasi rumah subsidi. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bunga KPR subsidi lewat skema FLPP tetap 5 persen flat meski BI Rate naik, demi menjaga akses rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
  • Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan menjaga inflasi dalam kisaran target pemerintah tahun 2026–2027.
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta bank-bank BUMN tidak terburu-buru menaikkan bunga kredit agar tekanan terhadap masyarakat dan dunia usaha tetap terkendali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Bank Indonesia menaikkan bunga jadi lebih tinggi, tapi Pak Menteri Maruarar bilang bunga untuk rumah murah tetap 5 persen saja. Jadi orang yang mau beli rumah subsidi tidak usah takut cicilannya naik. Pak Airlangga juga minta bank-bank besar jangan cepat-cepat menaikkan bunga supaya orang dan usaha tidak susah bayar pinjaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan, suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi tidak mengalami kenaikan meskipun suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) naik.

Bunga rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tetap dipertahankan sebesar 5 persen flat sejak awal hingga akhir masa angsuran.

"Walaupun terdapat dinamika ekonomi dan peningkatan BI Rate, bunga FLPP tetap dijaga sebesar 5 persen agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/6/2026).

1. Pemerintah jaga keterjangkauan rumah bagi MBR

Perumahan KPR subsidi. (dok. BTN)

Menurutnya, kebijakan mempertahankan bunga FLPP dilakukan agar masyarakat tetap bisa memperoleh rumah dengan cicilan yang terjangkau. Keputusan itu disampaikan usai dirinya mengikuti rapat bersama Danantara yang membahas Program 3 Juta Rumah.

"Kami memastikan negara hadir dan berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah," ujar pria yang akrab disapa Ara itu.

2. BI kembali naikkan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen

Ilustrasi suku bunga (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Sebelumnya, Bank Indonesia kembali menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 17-18 Juni 2026.

Kenaikan tersebut merupakan yang kedua sepanjang Juni 2026. Sebelumnya, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada 9 Juni 2026 untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran pemerintah sebesar 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027.

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk makin memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi," ujar Perry dalam konferensi pers virtual, Kamis (18/6/2026).

3. Airlangga harap bank BUMN tidak terburu-buru naikkan bunga kredit

ilustrasi suku bunga (freepik.com/rawpixel.com)

Di sisi lain, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, kenaikan BI Rate sebesar 100 basis poin dalam sebulan terakhir berpotensi ditransmisikan ke kenaikan bunga kredit perbankan.

Hal itu disampaikan Airlangga usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto dengan jajaran direksi dan komisaris bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BSI, dan BTN di Istana Kepresidenan, Kamis (18/6/2026) malam.

Meski demikian, pemerintah berharap bank-bank pelat merah tidak terburu-buru menyesuaikan suku bunga kredit agar tidak menambah tekanan bagi masyarakat maupun dunia usaha.

"Ya ini relainya kan ada transmisi terkait kenaikan bunga kredit. Diharapkan tentu Himbara tidak terlalu cepat juga untuk menaikkan," ujar Airlangga.

Editorial Team

Related Article