Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) menyinkronkan kebijakan likuiditas dan suku bunga untuk memperkuat transmisi kebijakan moneter ke pasar uang dan perbankan. Langkah ini dilakukan melalui penyesuaian Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap serta kenaikan suku bunga Deposit Facility.
Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi Moneter BI Firman Mochtar menjelaskan, penyesuaian kedua instrumen tersebut bertujuan menyelaraskan kebijakan operasi moneter dengan suku bunga acuan atau BI-Rate, kondisi likuiditas perbankan, serta pergerakan suku bunga pasar uang.
“Dengan demikian, transmisi kebijakan tersebut dapat berlanjut ke suku bunga perbankan, aktivitas ekonomi, pertumbuhan ekonomi, hingga akhirnya memengaruhi inflasi,” ujar Firman dalam taklimat media di Gedung Thamrin BI, Jumat (23/10/2026).
