Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Integritas Pasar Modal Dibenahi, Pendapatan Emiten Tumbuh 15,9 Persen

2 min read
Integritas Pasar Modal Dibenahi, Pendapatan Emiten Tumbuh 15,9 Persen
Kondisi OJK terkait MSCI. (Dok/Istimewa).
  • OJK memperkuat reformasi integritas pasar modal sejak awal 2026 melalui peningkatan transparansi, likuiditas, penegakan hukum, dan sinergi antarlembaga.

  • Fundamental emiten tetap positif pada kuartal II-2026: pendapatan tumbuh 15,9 persen, sementara 74 persen dari 962 emiten tercatat membukukan laba bersih.

  • MSCI mengumumkan konsultasi lebih awal pada Oktober 2026 dengan ancaman penurunan status Indonesia; OJK menjatuhkan sanksi Rp1,5 triliun atas perdagangan terkoordinasi dan menyelidiki dugaan manipulasi pasar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat reformasi integritas pasar modal Indonesia sejak awal 2026. Reformasi tersebut mencakup peningkatan transparansi, likuiditas, penegakan hukum, serta penguatan sinergi antarlembaga. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, penguatan integritas pasar modal menjadi salah satu fokus utama OJK saat ini, terutama setelah munculnya persoalan yang menjadi perhatian pelaku pasar global.

"Sejak Januari 2026 ini, kita melakukan reformasi integritas di pasar modal Indonesia. Kami meningkatkan bagaimana transparansi, likuiditas, kemudian enforcement, dan juga kita menguatkan sinergitas di antara lembaga," tegasnya dalam YouTube Sekretariat Kabinet, Jumat (23/10/2026).

  1. 1. Kinerja fundamental emiten masih tumbuh positif

    Screenshot_20261005_184956_YouTube.jpg
    Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi. (Dok/Istimewa).

    Di tengah upaya pembenahan tersebut, kinerja fundamental emiten di pasar modal Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif. Pada kuartal II-2026, pendapatan perusahaan tercatat tumbuh 15,9 persen.

    “Laba bersihnya juga tumbuh. Dari total 962 emiten yang tercatat di pasar modal Indonesia, 74 persen di antaranya mencatatkan laba,” ujar perempuan yang akrab disapa Kiki itu.

    Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan bahwa fundamental ekonomi dan perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia masih kuat.

  2. 2. Laporan MSCI lebih awal satu bulan dari jadwal

    MSCI
    MSCI (msci.com)

    Dia juga menjelaskan langkah OJK dalam mengevaluasi gejolak pasar saham pada 16 Oktober 2026, termasuk menelaah pengumuman penyedia indeks global MSCI yang menjadi perhatian investor. Ia menjelaskan, MSCI merupakan penyedia indeks global yang menjadi salah satu acuan bagi investor institusi dan manajer investasi dunia dalam menentukan alokasi investasi di berbagai negara. Selain MSCI, terdapat penyedia indeks lain seperti FTSE Russell dan Bloomberg Index.

    Terkait MSCI, Friderica mengatakan, dalam laporan Juni 2026, penyedia indeks tersebut telah memberikan catatan mengenai perkembangan pembenahan pasar modal Indonesia. MSCI menyatakan akan mengeluarkan pengumuman konsultasi pada November 2026 apabila perbaikan yang dilakukan dinilai belum memadai.

    Namun, MSCI justru mengumumkan langkah konsultasi tersebut lebih awal, yakni pada Oktober 2026.

    "Namun demikian, mereka mengeluarkan announcement dari New York bahwa MSCI itu kemudian memberikan catatan ancaman kepada Indonesia untuk bisa turun tidak hanya kepada frontier market, tetapi kepada standalone market," jelasnya.

  3. 3. Langkah OJK mengevaluasi gejolak pasar

    IMG-20261023-WA0041.jpg
    Kondisi OJK terkait MSCI. (Dok/Istimewa).

    Kiki menjelaskan OJK telah menjatuhkan sanksi sebesar Rp1,5 triliun kepada pihak-pihak terkait yang melakukan perdagangan terkoordinasi. Kiki menyebut sanksi tersebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah OJK.

    Selain itu, OJK menindaklanjuti dugaan praktik manipulasi pasar yang melibatkan dua perusahaan lainnya.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More