Jakarta,IDN Times - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat setelah memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran pada awal Juli 2026. Kondisi tersebut dinilai memicu gangguan rantai pasok global dan meningkatkan tekanan terhadap perekonomian dunia.
Perry menjelaskan, eskalasi konflik membuat lalu lintas di Selat Hormuz kembali terganggu sehingga menghambat distribusi perdagangan internasional. Dampaknya, harga minyak dan berbagai komoditas global kembali mengalami kenaikan.
"Ketidakpastian global kembali meningkat pasca re-eskalasi intensitas perang antara Amerika Serikat dan Iran pada awal Juli 2026. Lalu lintas di Selat Hormuz kembali terhambat sehingga mengganggu produksi dan rantai pasok perdagangan antarnegara, serta mendorong kenaikan harga minyak dan berbagai komoditas dunia," ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (22/7/2026).
