Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

The Fed Diramal Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Tekuk Rupiah Sore Ini

The Fed Diramal Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Tekuk Rupiah Sore Ini
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah ditutup melemah 36 poin atau 0,21 persen ke Rp17.547 per dolar AS pada Kamis sore, setelah dibuka di Rp17.520.
  • Kurs tengah JISDOR Bank Indonesia berada di Rp17.563 per dolar AS, lebih lemah dibandingkan penutupan perdagangan pada Rabu.
  • Penguatan dolar didorong peluang kenaikan suku bunga The Fed sekitar 60 persen; analis memprediksi rupiah Jumat berfluktuasi dan melemah pada rentang Rp17.540-Rp17.590.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah pada penutupan perdagangan sore ini, Kamis (10/9/2026).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup melemah 36 poin atau 0,21 persen ke Rp17.547 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, rupiah dibuka melemah 9 poin atau 0,05 persen pada level Rp17.520 per dolar AS.

  1. 1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

    Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp17.563 per dolar AS.

    Angka tersebut lebih rendah dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan kemarin, Rabu (9/9/2026). Data JISDOR BI menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan sore ini dibandingkan kemarin.

  2. 2. Pelaku pasar tunggu sinyal The Fed naikkan suku bunga

    Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi, penguatan dolar AS didorong sentimen positif pelaku pasar terhadap peluang Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR).

    “Menurut CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan adanya peluang sekitar 60 PERSEN untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan bank sentral minggu depan,” ujar Ibrahim dalam keterangannya.

    Adapun di dalam negeri, Ibrahim melihat adanya sentimen negatif pada risiko stabilitas perekonomian, di tengah tingginya harga minyak dunia yang bisa memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

    “Jika penerimaan negara tidak mampu mengimbangi lonjakan pengeluaran subsidi, risiko pelebaran defisit anggaran di atas target meningkat,” tutur Ibrahim.

  3. 3. Rupiah diprediksi menguat besok

    Atas faktor-faktor tersebut, Ibrahim memprediksi pelemahan rupiah terhadap dolar AS masih akan berlanjut besok, Jumat (11/9).

    “Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang  Rp17.540 - Rp17.590,” kata Ibrahim.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More