Jakarta, IDN Times - Kementerian Perdagangan China (MOFCOM) telah memutuskan untuk memasukkan 20 entitas Jepang ke dalam daftar kontrol ekspor barang-barang dwiguna. Hal ini membuat perusahaan China dilarang memasok barang kepada mereka tanpa persetujuan pemerintah, yang berimbas terhadap puluhan perusahaan dan lembaga riset asal Jepang.
Beijing menyatakan langkah tersebut, guna melindungi keamanan dan kepentingan nasional, serta memenuhi kewajiban internasional terkait nonproliferasi. Akibatnya, hubungan diplomatik antara Beijing-Tokyo kembali memanas.
"Tindakan tersebut bertujuan untuk membatasi jenis militerisme baru Jepang, dan ambisi nuklirnya," kata MOFCOM dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Asahi Shimbun.
Barang dwiguna mencakup produk, perangkat lunak, dan teknologi yang dapat digunakan untuk kepentingan sipil maupun militer, termasuk logam tanah jarang.
