Bos BGN Klaim Program MBG Kerek Penjualan Mobil-Motor
- BGN klaim program MBG meningkatkan penjualan mobil dan sepeda motor.
- Dadan Hindayana: Daihatsu Gran Max 'langka' di pasaran, penjualan sepeda motor naik 4,9 juta unit tahun lalu.
- Program MBG juga menyelamatkan UMKM dari bangkrut, produsen tahu dan susu mendapat manfaat.
Jakarta, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) meningkatkan penjualan mobil dan sepeda motor.
Kepala BGN, Dadan Hindayana mengatakan, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG membutuhkan mobil dan sepeda motor. Di setiap SPPG, dibutuhkan minimal dua unit mobil. Kebutuhan itu menurutnya memberikan dampak positif pada penjualan mobil dan sepeda motor.
1. Bikin Daihatsu Gran Max ‘langka’ di pasaran

Dadan mengatakan, saat ini jumlah SPPG sekitar 23 ribu unit, maka kebutuhan mobilnya mencapai 46 ribu unit. Dia mengatakan, pengelola SPPG menggunakan Daihatsu Gran Max sebagai mobil operasional.
Dikarenakan tingginya kebutuhan akan mobil tersebut, menurut Dadan kini ketersediaannya di lapangan makin langka.
“Dan sekarang itu termasuk mobil yang sulit dicari,” kata Dadan dikutip Minggu, (15/2/2026).
2. Penjualan sepeda motor naik

Dadan juga mengklaim program MBG meningkatkan penjualan sepeda motor merek honda, mencapai 4,9 juta unit tahun lalu.
“Di SPPG itu pegawainya sekarang 60 persen beli motor. Jadi kalau ada 50 orang, dikali 60 persen, artinya 30 orang beli motor,’ ucap Dadan.
3. Selamatkan UMKM dari bangkrut

Dadan mengatakan, program MBG juga menyelamatkan UMKM dari ambang kebangkrutan, salah satunya produsen tahu.
“Dan kemudian ada juga sekarang pabrik-pabrik susu atau peternak susu di Boyolali, di Bandung sudah membuat susu pasteurisasi. Dan juga mereka sudah membuat satu cold storage yang bisa memasuk kebutuhan susu, di mana satu SPPG setiap hari butuh 450 liter susu,” ujar Dadan.


















