Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Cara Mengatur Keuangan saat Pengeluaran Lebih Besar dari Pemasukan

ilustrasi uang (pexels.com/Jonathan Borba)
ilustrasi uang (pexels.com/Jonathan Borba)
Intinya sih...
  • Melakukan evaluasi dan pencatatan keuangan secara detail untuk mengidentifikasi pengeluaran yang tidak mendesak atau konsumtif.
  • Memprioritaskan kebutuhan pokok, menunda keinginan, dan membedakan antara kebutuhan dan keinginan untuk mengendalikan arus kas finansial.
  • Mencari sumber penghasilan tambahan melalui pekerjaan sampingan, usaha kecil, atau pengembangan keterampilan untuk menyeimbangkan keuangan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ada kalanya pengeluaran lebih besar daripada pemasukan kita. Itu merupakan situasi yang cukup umum terjadi, terutama pada saat kebutuhan meningkat. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, maka bisa memicu penumpukan utang dan tekanan finansial yang berkepanjangan.

Mengatur keuangan dalam situasi yang seperti ini tentu memerlukan ketenangan ekstra, evaluasi secara menyeluruh, hingga langkah strategis yang realistis untuk diterapkan. Simaklah beberapa cara berikut ini untuk mengatur keuangan pada saat pengeluaran yang kamu miliki lebih besar dari pemasukan agar nantinya tetap stabil.

1. Melakukan evaluasi dan pencatatan keuangan secara detail

ilustrasi uang (pexels.com/olia danilevich)
ilustrasi uang (pexels.com/olia danilevich)

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah dengan mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran secara detail agar terlihat jelas terkait pos mana yang paling menyedot anggaran. Setidaknya dengan data yang akurat, maka kamu bisa mengidentifikasi adanya pengeluaran yang sebetulnya tidak mendesak atau bersifat konsumtif sehingga dapat dikurangi.

Pencatatan ini sebaiknya memang dilakukan secara konsisten setiap bulan agar pola pengeluaran bisa dianalisis dengan lebih objektif dan terukur. Melalui evaluasi rutin, maka kamu bisa menyusun prioritas kebutuhan yang berdasarkan pada tingkat urgensi dan juga menghindari risiko pengambilan keputusan finansial secara impulsif.

2. Memprioritaskan kebutuhan pokok dan menunda keinginan

ilustrasi orang berbelanja (Pexels/Anna Shvets)
ilustrasi orang berbelanja (Pexels/Anna Shvets)

Pada saat pengeluaran melampaui pemasukan, maka kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, transportasi, dan tagihan harus menjadi prioritas utama dalam alokasi dana. Pengeluaran terkait hiburan, belanja yang tidak mendesak, atau bahkan gaya hidup semestinya dapat ditunda sementara waktu hingga kondisi keuangan kembali stabil.

Membedakan antara kebutuhan dan keinginan jelas memerlukan kedisiplinan dan komitmen kuat agar tidak mudah tergoda dengan promosi atau tekanan dari lingkungan sosial. Setidaknya dengan fokus pada kebutuhan esensial, maka arus kas finansial pun akan lebih terkendali dan risiko defisit bisa diminimalkan.

3. Mencari sumber penghasilan tambahan

ilustrasi gaji
ilustrasi gaji (unsplash.com/Marek Studzinski)

Selain menekan pengeluaran, ternyata meningkatkan pemasukan juga bisa menjadi strategi penting untuk menutup selisih keuangan yang mungkin terjadi setiap bulannya. Kamu bisa mempertimbangkan soal pekerjaan sampingan, usaha kecil, hingga memanfaatkan keterampilan tertentu yang akan memberikan pendapatan tambahan.

Langkah ini bukan hanya membantu menyeimbangkan keuangan, namun juga bisa membuka adanya peluang pengembangan diri dan kemandirian finansial untuk jangka panjang. Dengan adanya sumber penghasilan tambahan, maka tekanan yang diakibatkan karena kekurangan dana pun bisa berkurang secara bertahap.

4. Menyusun rencana pelunasan utang dan dana darurat

ilustrasi uang (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi uang (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Jika kondisi defisit sudah menyebabkan timbulnya utang, maka kamu perlu menyusun rencana pelunasan agar bebannya tidak semakin berat. Prioritaskan pembayaran utang dengan bunga tinggi terlebih dahulu sambil tetap berusaha memenuhi kebutuhan pokok secara proporsional.

Di sisi lain, kamu bisa mulai menyisihkan dana darurat walau dalam jumlah kecil agar membantu mencegah ketergantungan pada utang di masa mendatang. Kebiasaan menabung secara disiplin nantinya bisa memperkuat pondasi keuangan dan juga memberikan rasa aman ketika menghadapi berbagai situasi yang tidak terduga.

Menghadapi pengeluaran yang lebih besar dari pemasukan memang terkesan menantang, namun bukan berarti tidak bisa diatasi. Justru dengan melakukan evaluasi dan memprioritaskan kebutuhan, maka kondisi keuangan pun bisa menjadi lebih stabil dan terkendali. Setidaknya kamu bisa menghindari risiko utang berlebih.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Long Weekend Imlek, Jumlah Penumpang Harian Whoosh Naik 28 Persen

15 Feb 2026, 15:30 WIBBusiness