Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bos Nvidia Sebut Ini Waktu Terbaik Mulai Bisnis: Jangan Banyak Mikir!
ilustrasi bisnis, small business, UMKM, enterpreneur, jahit pakaian (pexels.com/Gustavo Fring)
  • CEO Nvidia Jensen Huang menyebut saat ini waktu terbaik memulai bisnis; ia mendorong calon pengusaha berhenti terlalu banyak memikirkan risiko dan menangani tantangan satu per satu.
  • Huang menekankan kemampuan belajar lebih penting daripada mengetahui semua jawaban, merujuk pengalaman Nvidia memperbaiki keputusan teknologi keliru melalui pembelajaran bersama para insinyur.
  • AI dan ketidakpastian ekonomi dinilai membuka peluang bagi pengusaha adaptif; aplikasi pendirian bisnis AS mencapai 3,23 juta pada paruh pertama 2026, meski hampir separuh bisnis gagal dalam lima tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak orang bermimpi punya bisnis sendiri, tapi sering kali langkah pertama terasa paling sulit. Rasa takut gagal, kurang pengalaman, hingga kondisi ekonomi yang gak menentu membuat banyak calon pengusaha memilih menunda. Padahal, menurut CEO Nvidia, Jensen Huang, justru saat ini merupakan waktu terbaik dalam sejarah untuk memulai sebuah perusahaan.

Menariknya, ia gak menyarankan calon pebisnis untuk menunggu sampai semuanya sempurna. Sebaliknya, Huang mengajak siapa pun yang ingin berbisnis agar berhenti terlalu banyak berpikir dan mulai mengambil langkah nyata.

1. Jangan biarkan rasa takut menghentikan langkahmu

ilustrasi perasaan takut (pexels.com/Timur Weber)

Jensen Huang mengatakan, hambatan terbesar saat memulai bisnis sering kali bukan modal atau teknologi, melainkan pikiran sendiri. Dalam sesi Startup School 2026 yang diselenggarakan Y Combinator bersama CEO Garry Tan, Huang menyampaikan bahwa terlalu banyak memikirkan berbagai kemungkinan buruk hanya akan memunculkan kecemasan. Akibatnya, banyak orang akhirnya gak pernah benar-benar memulai.

Karena itu, Huang menyarankan kamu untuk mengubah cara berpikir dengan bertanya, "Seberapa sulit sebenarnya?" Menurutnya, tantangan memang akan datang, tapi gak perlu dibayangkan sekaligus sejak awal. Hadapi satu masalah pada satu waktu agar rasa takut gak berubah menjadi alasan untuk diam di tempat.

2. Terus belajar meski belum punya semua jawabannya

ilustrasi baca buku, rak buku, tanaman hias (pexels.com/George Milton)

Huang menegaskan bahwa menjadi pengusaha bukan berarti harus langsung mengetahui semua solusi. Ia mengaku Nvidia pernah membuat keputusan yang keliru pada awal berdiri karena memilih teknologi grafis yang ternyata bukan pilihan terbaik. Saat itu, timnya bahkan belum tahu bagaimana cara memperbaiki keadaan.

Alih-alih menyerah, Huang membeli tiga buku teknologi dengan uang yang dimiliki perusahaan saat itu dan membagikannya kepada para insinyurnya untuk dipelajari bersama. Dari pengalaman tersebut, ia menyimpulkan bahwa kemampuan belajar jauh lebih penting daripada menguasai satu teknologi tertentu. Selama kamu mau terus belajar dan menerima kenyataan bahwa dunia selalu berubah, peluang untuk berkembang akan tetap terbuka.

3. Kondisi ekonomi yang sulit bukan alasan menunda bisnis

ilustrasi belanja di pasar tradisional (unsplash.com/Fauzan)

Banyak orang menganggap bisnis sebaiknya dimulai ketika ekonomi sedang stabil. Namun, Huang melihat situasinya dari sudut pandang berbeda. Menurutnya, perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan atau AI, justru membuka peluang besar bagi generasi pengusaha saat ini meskipun kondisi pasar masih penuh tantangan.

Pandangan serupa juga disampaikan investor sekaligus bintang Shark Tank, Kevin O'Leary. Ia mengatakan, periode penuh ketidakpastian sering kali menjadi waktu terbaik untuk membangun bisnis karena pengusaha dituntut lebih kreatif dan cepat beradaptasi. Menurut O'Leary, kemampuan untuk menyesuaikan strategi saat keadaan berubah merupakan salah satu kunci agar bisnis bisa bertahan.

4. Semakin banyak orang mulai berani membangun usaha

ilustrasi bisnis, small business, UMKM, enterpreneur, customer, pembayaran cashless (pexels.com/Mikhail Nilov)

Nasihat Huang tampaknya mulai diterapkan oleh banyak orang. Sepanjang paruh pertama 2026, jumlah pengajuan pendirian bisnis di Amerika Serikat mencapai sekitar 3,23 juta aplikasi. Angka tersebut meningkat sekitar 12,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, menandakan minat masyarakat untuk menjadi wirausaha terus bertambah.

Meski begitu, memulai bisnis tetap bukan jaminan langsung berhasil, ya. Data dari U.S. Bureau of Labor Statistics menunjukkan bahwa hampir setengah dari seluruh bisnis gagal dalam lima tahun pertama. Artinya, keberanian memulai memang penting, tapi harus dibarengi kesiapan untuk terus belajar, beradaptasi, dan memperbaiki strategi ketika menghadapi hambatan.

5. Belajar dari perusahaan besar bisa memperbesar peluang sukses

ilustrasi suasana kerja (pexels.com/Visual Tag Mx)

Selain berani memulai, Huang juga percaya bahwa pengalaman belajar akan menjadi bekal yang sangat berharga bagi seorang pengusaha. Semakin banyak ilmu dan keterampilan yang kamu kuasai, semakin mudah pula menghadapi perubahan yang pasti terjadi dalam dunia bisnis. Pola pikir seperti inilah yang membantu Nvidia terus berkembang meski berkali-kali menghadapi tantangan besar.

Pandangan tersebut sejalan dengan pendiri Amazon, Jeff Bezos. Ia menyarankan calon pengusaha untuk terlebih dahulu bekerja di perusahaan yang memiliki sistem kerja baik agar bisa mempelajari berbagai dasar penting, mulai dari cara merekrut karyawan hingga membangun organisasi yang efektif. Setelah pengalaman itu terkumpul, kamu tetap memiliki kesempatan untuk membangun bisnis sendiri dengan bekal yang jauh lebih matang.

Memulai bisnis memang selalu mengandung risiko. Namun, pesan utama dari Jensen Huang menunjukkan menunggu waktu yang dianggap sempurna justru bisa membuat peluang berlalu begitu saja. Daripada terus membayangkan semua kemungkinan buruk, lebih baik fokus pada langkah pertama dan belajar dari setiap proses yang dijalani.

Dengan keberanian untuk mencoba, kemauan belajar, dan kemampuan beradaptasi, peluang membangun bisnis yang sukses akan jauh lebih besar daripada jika kamu hanya terus menunggu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article