500 Ribu Motor Listrik Bakal Bebas PPN, Mobil Listrik Diskon Pajak

- Pemerintah menyiapkan stimulus kendaraan listrik berupa PPN DTP untuk 500 ribu sepeda motor listrik dan mobil listrik tertentu.
- Presiden Prabowo Subianto disebut akan mengumumkan kebijakan stimulus tersebut dalam 2-3 minggu ke depan.
- Pemerintah mendorong kendaraan listrik untuk mengurangi ketergantungan impor minyak dan meningkatkan manfaat ekonomi di dalam negeri.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah akan meluncurkan stimulus baru untuk kendaraan listrik dalam waktu dekat. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Presiden Prabowo Subianto akan mengumumkan kebijakan tersebut dalam 2-3 minggu ke depan.
Kebijakan tersebut, salah satunya menyasar 500 ribu sepeda motor listrik serta mobil listrik yang belum disebutkan jumlahnya. Stimulus tersebut berupa insentif pajak, yakni Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
"Saya pikir dalam 2 atau 3 minggu ke depan, Presiden akan meluncurkan stimulus baru untuk kendaraan listrik, termasuk untuk 500 ribu sepeda motor dan juga mobil listrik. PPN 100 persen ditanggung pemerintah dan 40 persen untuk mobil listrik tertentu," katanya di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, Selasa (4/8/2026).
1. Pemerintah tetap dorong kendaraan listrik untuk kurangi impor minyak

Purbaya menyebut pemerintah tetap serius mendorong penggunaan kendaraan listrik meski sebelumnya muncul kabar subsidi kendaraan listrik akan dihentikan tahun ini.
Menurut dia, kondisi geopolitik global dan kenaikan harga minyak dunia membuat ketidakpastian masih akan berlangsung dalam waktu lama. Karena itu, pemerintah ingin menyesuaikan kebijakan energi, salah satunya dengan mempercepat penggunaan kendaraan listrik.
"Pak Prabowo ingin mengurangi ketergantungan kita terhadap impor minyak secara signifikan. Itulah alasan kami mendorong kendaraan listrik. Kami akan terus melanjutkan upaya tersebut," ujar Purbaya.
2. Pangsa pasar kendaraan listrik naik 15 kali lipat dalam 4 tahun

Purbaya mengatakan, permintaan kendaraan nasional masih berada dalam tahap penyesuaian setelah mencapai puncaknya pada 2022. Di sisi lain, perkembangan industri otomotif mulai bergerak dari kendaraan konvensional menuju kendaraan berteknologi rendah emisi.
"Pangsa pasar kendaraan listrik telah meningkat hampir 15 kali lipat dalam 4 tahun terakhir," kata mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.
Menurutnya, tantangan industri kendaraan listrik ke depan bukan hanya meningkatkan jumlah pengguna, tetapi juga memastikan manfaat ekonominya masuk ke dalam negeri. Hal itu mencakup peningkatan nilai tambah, investasi, lapangan kerja, hingga daya saing industri nasional.
3. Pemerintah siapkan langkah lain dorong ekonomi semester II

Selain stimulus kendaraan listrik, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan lain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II-2026. Purbaya mengatakan, pemerintah akan menjaga kecukupan likuiditas dalam sistem keuangan melalui koordinasi dengan Bank Indonesia (BI).
Pemerintah juga akan memperbaiki iklim investasi serta mempercepat realisasi belanja pemerintah agar lebih lancar dibandingkan semester I tahun ini.
"Kita diprediksi di semester II ekonominya bisa tumbuh pulih di angka 5,6 sampai 6 persen, dengan kerja keras tentunya," kata Purbaya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (3/8/2026).



















