BPS Catat Jumlah Pengangguran Susut ke 7,35 Juta Orang per November

- BPS catat jumlah pekerja paruh waktu capai 35,85 juta
- Tingkat partisipasi angkatan kerja per November capai 70,95 persen
- Tingkat pengangguran terbuka turun jadi 4,74 persen
Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah pengangguran di Indonesia mengalami penurunan 0,109 juta orang, menjadi 7,35 juta orang per November 2025. Sebaliknya, jumlah orang yang bekerja dilaporkan mengalami kenaikan sebesar 1,371 juta orang menjadi 147,91 juta orang pada saat yang sama.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, jumlah total pengangguran dan penduduk yang bekerja tersebut berasal dari 155,27 juta orang angkatan kerja. Sementara itu, secara keseluruhan, per November 2025 terdapat sebanyak 218,85 juta penduduk usia kerja. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 0,681 juta orang jika dibandingkan dengan Agustus 2025.
“Berikut perkembangan penduduk usia kerja November 2025 jika dibandingkan Agustus 2025. Angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang atau bertambah sebanyak 1,262 juta orang. Bukan angkatan kerja mencapai 63,58 juta orang atau menurun sekitar 0,58 juta orang. Jadi jumlah angkatan kerja meningkat dan yang bukan angkatan kerjanya menurun,” kata Purbaya dalam Konferensi Pers di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).
1. BPS catat jumlah pekerja paruh waktu capai 35,85 juta

Jika dirinci, penduduk yang bekerja yaitu terdiri atas pekerja penuh yang jumlahnya sebanyak 100,49 juta orang, bertambah sebanyak 1,85 juta orang dibandingkan periode Agustus 2025.
Berikutnya, pekerja paruh waktu tercatat masih sebanyak 35,858 juta orang, turun 0,438 juta orang. Sedangkan jumlah setengah pengangguran ada sebanyak 11,558 juta orang, menurun 0,042 juta orang dibandingkan Agustus 2025.
“Di sisi lain, angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja adalah yang disebut dengan pengangguran di mana jumlah orang yang menganggur pada bulan November 2025 adalah sebanyak 7,35 juta orang atau turun sebesar 0,109 juta orang dibandingkan bulan Agustus 2025. Dengan demikian jumlah orang yang menganggur mengalami penurunan,” papar Amalia.
2. Tingkat partisipasi angkatan kerja per November capai 7095 persen

Sejalan dengan itu, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) tercatat meningkat, di mana per November 2025 mencapai 70,95 persen. Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan periode Agustus 2025 yang mencapai 70,59 persen.
“Jika dibedakan menurut jenis kelamin, maka TPAK laki-laki lebih tinggi dibandingkan TPAK perempuan, di mana tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki mencapai 84,83 persen. Sementara tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan mencapai 56,91 persen,” tambah Amalia.
3. Tingkat pengangguran terbuka turun jadi 4,74 persen

Di sisi lain, dengan turunnya jumlah pengangguran menjadi 7,35 juta orang pada November 2025, tingkat pengangguran terbuka juga turun menjadi sebesar 4,74 persen.
“Apabila kita bandingkan dengan bulan Agustus 2025, maka penurunan dari tingkat pengangguran terbuka pada bulan November 2025 ini adalah turun sekitar 0,11 persen basis poin. Jika dirinci, penurunan tingkat pengangguran terbuka dibandingkan dengan Agustus 2025 terjadi baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan,” tukas Amalia.
















