Jakarta, IDN Times - The Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral Amerika Serikat kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sehingga berada di kisaran 3,75 hingga 4 persen. Kenaikan ini menjadi perhatian karena merupakan kenaikan pertama dalam tiga tahun dan keputusan tersebut diambil secara bulat oleh para pejabat The Fed. Namun, kebijakan tersebut belum tentu menjadi kenaikan terakhir pada 2026.
Dalam proyeksi ekonomi terbaru, pejabat The Fed masih melihat kemungkinan adanya satu kali kenaikan suku bunga lagi tahun ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perjuangan melawan inflasi masih menjadi perhatian utama bank sentral AS. Lantas, mengapa The Fed masih membuka peluang untuk menaikkan suku bunga lagi?
