Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bulgaria Pangkas Daya PLTN Kozloduy karena Air Sungai Danube Surut
Bendera Bulgaria (Unsplash.com/Luciani Koroshec)
  • Bulgaria memangkas daya salah satu reaktor PLTN Kozloduy sebesar 120 megawatt pada 21 Agustus 2026 karena surutnya Sungai Danube membatasi pendinginan.
  • Kozloduy, pemasok sepertiga listrik nasional Bulgaria, mengalami pengurangan daya pertama dalam 52 tahun, meski pemerintah menyatakan tidak ada risiko penghentian total.
  • Kekeringan turut mengganggu PLTN di Rumania, Hongaria, Swiss, dan Prancis; Bulgaria mengandalkan baterai lima gigawatt serta energi surya untuk menopang pasokan listrik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Bulgaria memangkas kapasitas produksi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kozloduy pada Jumat (21/8/2026). Langkah darurat ini diambil menyusul gelombang kekeringan ekstrem yang memicu krisis air di Eropa.

Penurunan debit air Sungai Danube menjadi penyebab utama penyesuaian daya listrik tersebut. Kementerian Energi Bulgaria menegaskan langkah ini bertujuan menjaga batas keamanan operasional fasilitas vital di tengah cuaca ekstrem.

1. Reaktor PLTN Kozloduy kurangi daya demi menjaga keamanan

Sungai Danube (commons.wikimedia.org/Visions of Domino)

Fasilitas PLTN Kozloduy mengurangi kapasitas produksi pada salah satu reaktor aktifnya sebesar 120 megawatt. Pembangkit yang memasok sepertiga listrik nasional ini mengandalkan air Sungai Danube sebagai media pendingin. Penurunan volume air sungai memaksa pengelola mengurangi beban kerja reaktor.

Meskipun stasiun pemompaan air terus beroperasi, tingkat air yang sangat rendah tetap membatasi sistem pendinginan. Penurunan daya ini menjadi peristiwa pertama dalam 52 tahun sejarah operasional fasilitas tersebut.

"Tidak ada risiko penghentian total operasional reaktor Kozloduy akibat rendahnya permukaan air Sungai Danube," kata Menteri Energi Bulgaria, Iva Petrova, dilansir CGTN.

2. Krisis energi meluas ke berbagai negara Eropa

Krisis energi dunia (unsplash.com/Chris LeBoutillier)

Dampak kekeringan hebat ini meluas ke sejumlah negara Eropa yang bergantung pada Sungai Danube. Rumania telah menutup penuh PLTN Cernavoda sejak 13 Agustus 2026. Sementara itu, Hongaria berjuang mencegah penghentian total PLTN Paks akibat menyusutnya aliran sungai.

Kondisi serupa dialami Swiss dan Prancis karena suhu air sungai meningkat melampaui batas aman. Hal ini memaksa beberapa reaktor di wilayah tersebut ikut menurunkan produksi listrik.

"Kami sempat berada beberapa milimeter dari penutupan total PLTN Paks sebelum debit air sedikit naik pada pagi hari," kata Perdana Menteri Hongaria, Peter Magyar.

3. Rekayasa teknis dan energi terbarukan bantu cegah pemadaman

ilustrasi energi terbarukan (unsplash.com/Karsten Würth)

Menghadapi krisis ini, otoritas air Rumania membangun tanggul darurat dan meledakkan batuan bawah air. Langkah tersebut dilakukan untuk mengarahkan aliran Sungai Danube menuju saluran pendingin reaktor yang tersisa.

"Pembersihan rintangan batuan diperkirakan dapat memperpanjang operasional reaktor selama tujuh hari," kata Eksekutif Nuclearelectrica, Romeo Urjan.

Di sisi lain, Bulgaria tetap mampu mengekspor listrik bersih berkat dukungan sistem penyimpanan baterai berkapasitas lima gigawatt. Pasokan energi surya turut menopang kebutuhan listrik warga, meski gangguan pelayaran sungai tetap berisiko menaikkan harga energi di kawasan Eropa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article