Rumania Pastikan Keamanan Energi di Tengah Kekeringan Sungai Danube

- PM Ilie Bolojan memastikan pasokan BBM dan listrik Rumania aman di tengah kekeringan ekstrem, didukung operasi penuh kilang OMV dan kapasitas 85 persen Petromidia.
- Rumania menetapkan status darurat sepanjang Agustus 2026 akibat surutnya Sungai Danube yang mengganggu produksi listrik dan pendinginan PLTN Cernavoda.
- Lebih dari 80 perusahaan besar mengurangi produksi untuk menekan beban listrik; Dacia dan Ford menghentikan aktivitas hingga 19 Agustus 2026.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Rumania, Ilie Bolojan, pada Selasa (4/8/2026), memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik untuk seluruh penduduk, pertanian, dan transportasi aman. Pernyataan ini di tengah kekeringan ekstrem yang dialami Rumania beberapa pekan terakhir.
Tak hanya dialami Rumania, Hungaria juga terdampak krisis energi imbas kekeringan. Budapest terpaksa menutup Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Paks imbas turunnya level permukaan air di Sungai Danube yang jadi pemasok pendingin reaktor.
1. Bolojan sebut situasi di Rumania sudah membaik

Bolojan mengungkapkan bahwa suplai BBM sudah membaik karena kilang minyak OMV dapat beroperasi secara penuh. Sedangkan kilang minyak Petromidia sudah beroperasi 85 persen dari kapasitasnya.
Dilansir Democrata, PM Rumania itu menyebut level permukaan air di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Cernavoda tidak menurun dan dapat memasok listrik. Menurutnya, semua ini menunjukkan pertanda baik, meski situasi masih sulit dan harus menerapkan penghematan.
2. Rumania tetapkan status darurat imbas kekeringan di Sungai Danube

Pemerintah Rumania resmi menetapkan status darurat sepanjang Agustus 2026. Kebijakan ini didorong menurunnya produksi listrik akibat turunnya level permukaan air di Sungai Danube. Padahal pasokan air digunakan untuk mendinginkan reaktor PLTN Cernavoda.
Dilansir The Guardian, Angkatan Laut Rumania sudah mengadakan operasi peledakan batu besar di Sungai Danube. Operasi tersebut berfungsi menghancurkan batu yang jadi penghalang aliran air menuju ke PLTN Cernavoda.
“Beberapa hari terakhir PLTN sudah berfungsi kembali dan sehari dapat berfungsi tiga kali lebih efisien dari biaya operasionalnya,” tutur Menteri Pertahanan Rumania, Radu Miruta.
3. Romania pangkas produksi industri imbas kelangkaan listrik

Sejak Selasa, lebih dari 80 perusahaan besar di Rumania, termasuk industri mobil, besi, pupuk, dan lainnya memilih mengurangi produksi. Keputusan ini untuk mengurangi tekanan pada jaringan listrik nasional di tengah kelangkaan listrik.
Dilansir Balkan Insight, perusahaan mobil, Dacia dan Ford menghentikan produksinya di Rumania hingga 19 Agustus 2026. Sedangkan perusahaan panel kayu, Kronospan akan menunda sebagian produksinya.
Kebijakan ini dipilih menyusul gelombang panas di Eropa yang mendongkrak kebutuhan listrik warga. Gelombang panas berkepanjangan juga berdampak pada kekeringan yang parah hingga mengurangi produksi listrik di PLTN dan PLTA di Rumania dan Hungaria.






















