Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Beli Barang di E-commerce Harga Tahun Lalu Fitur Price Tracker!
ilustrasi platform online shop (freepik.com/rawpixel-com)
  • Price tracker membantu memantau riwayat dan pola harga produk, sehingga pembeli dapat membedakan diskon asli dari harga yang sebelumnya dinaikkan.
  • Sebelum promo besar, pantau beberapa produk dan bandingkan total biaya antarpenjual, termasuk ongkir, voucher, cashback, reputasi toko, serta kebijakan pengembalian.
  • Tentukan harga target berdasarkan riwayat harga, lalu gabungkan penurunan harga dengan voucher atau cashback tanpa membeli barang yang tidak dibutuhkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah gak kamu melihat sebuah barang di e-commerce, lalu beberapa hari kemudian harganya malah turun? Rasanya pasti sedikit nyesek, apalagi kalau selisihnya sampai puluhan atau ratusan ribu rupiah.

Daripada terus mengandalkan keberuntungan saat berburu harga murah, kamu bisa memanfaatkan fitur price tracker. Fitur ini membantu kamu memantau perubahan harga produk sehingga kamu bisa mengetahui kapan waktu yang lebih tepat untuk membeli.

Menariknya, cara ini gak cuma berlaku untuk barang mahal seperti laptop, ponsel, atau televisi. Produk seperti skincare, sepatu, pakaian, peralatan rumah tangga, hingga perlengkapan anak juga bisa dipantau harganya.

Kamu jadi bisa melihat apakah harga yang tampak murah memang benar-benar turun atau hanya terlihat murah karena label diskon. Kalau kamu termasuk orang yang suka membandingkan harga sebelum checkout, price tracker bisa menjadi senjata rahasia untuk mendapatkan harga terbaik. Yuk, simak lima cara menggunakannya!

1. Cek harga normal sebelum membeli

ilustrasi seseorang membuka aplikasi shopee (telset.id/Helmi Reinaldi)

Langkah pertama adalah mengetahui harga normal barang yang ingin kamu beli. Jangan langsung tergoda tulisan 'diskon 50 persen' sebelum melihat riwayat harganya. Sebuah produk yang biasanya dijual Rp200 ribu bisa saja dinaikkan menjadi Rp300 ribu, lalu diberi diskon 30 persen sehingga terlihat sangat murah.

Price tracker membantu kamu melihat pola perubahan harga tersebut. Kamu pun bisa membedakan diskon sungguhan dan diskon yang hanya terlihat menarik.

Caranya cukup mudah kalau platform atau alat yang kamu gunakan menyediakan grafik riwayat harga. Buka produk yang diincar, lalu lihat pergerakan harganya dalam beberapa minggu atau bulan terakhir.

Perhatikan kapan harga biasanya naik dan kapan penjual memberikan potongan. Kalau harga sekarang masih jauh di atas harga terendah sebelumnya, tahan dulu keinginan untuk checkout. Sedikit sabar bisa membuat kamu menghemat uang tanpa harus mengorbankan barang yang diinginkan.

2. Pantau produk sebelum promo besar

ilustrasi berbelanja online (pexels.com/Antoni Shkraba)

Promo besar memang menggoda, tetapi kamu gak harus menunggu hari promonya untuk mulai memantau harga. Beberapa hari atau minggu sebelumnya justru menjadi waktu yang tepat untuk melihat pergerakannya.

Catat harga produk dan perhatikan apakah harganya stabil, naik, atau mulai turun. Data tersebut bisa menjadi pembanding ketika promo berlangsung sehingga kamu gak mudah terjebak label 'harga spesial'. Kalau harga ternyata lebih tinggi dibandingkan beberapa minggu sebelumnya, kamu sudah punya alasan untuk menunda pembelian.

Strategi ini cocok diterapkan menjelang tanggal kembar, payday, kampanye belanja bulanan, atau promo akhir tahun. Kamu bisa memasukkan beberapa produk ke daftar pantauan sehingga gak perlu membuka halaman produk setiap hari.

Saat harga mulai mendekati titik terendah, barulah kamu mempertimbangkan untuk checkout. Cara ini memang membutuhkan kesabaran, tetapi hasilnya bisa terasa kalau barang yang diincar cukup mahal. Kamu jadi lebih bebas menentukan kapan harus membeli.

3. Bandingkan harga antarpenjual

ilustrasi belanja online (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Produk yang sama belum tentu memiliki harga yang sama di setiap toko. Perbedaan harga bisa muncul karena diskon toko, voucher, ongkos kirim, cashback, atau kebijakan masing-masing penjual.

Price tracker bisa membantu memantau harga, sementara fitur pencarian di e-commerce dapat digunakan untuk membandingkan beberapa toko. Jangan hanya melihat harga produk karena biaya tambahan juga perlu dihitung. Produk yang terlihat lebih murah belum tentu menghasilkan total pembayaran paling rendah.

Kamu juga perlu memperhatikan reputasi toko sebelum tergoda harga yang terlalu murah. Cek rating, jumlah transaksi, ulasan pembeli, keaslian produk, serta kebijakan pengembalian barang jika tersedia. Setelah menemukan beberapa toko terpercaya, pantau harga produk dari toko tersebut.

Kalau salah satu penjual memberikan potongan besar, kamu bisa langsung membandingkannya dengan toko lain. Cara ini membuat kamu lebih sulit terjebak harga murah yang ternyata gak benar-benar murah.

4. Tentukan harga target

ilustrasi orang belanja online (pexels.com/Antoni Shkraba)

Jangan menganggap setiap penurunan harga sebagai tanda bahwa kamu harus langsung membeli. Harga turun Rp10 ribu belum tentu berarti produk tersebut sedang berada di harga terbaik. Coba lihat grafik price tracker dan cari titik harga terendah dalam periode pemantauan.

Kalau harga sekarang masih cukup tinggi dibandingkan titik tersebut, kamu mungkin bisa menunggu. Namun, pertimbangkan juga kebutuhan karena harga murah gak berarti apa-apa kalau barangnya sudah mendesak untuk digunakan.

Kamu bisa menentukan batas harga sebelum mulai memantau produk. Misalnya, kamu mengincar headset seharga Rp500 ribu dan baru ingin membelinya ketika turun menjadi Rp350 ribu. Begitu harga mencapai target tersebut, kamu sudah punya patokan yang jelas.

Cara ini juga membantu mengurangi kebiasaan impulsif karena keputusan sudah dibuat sebelum melihat berbagai godaan promo. Kalau harga belum sesuai target, simpan dulu produknya dan tunggu waktu yang lebih tepat.

5. Gabungkan dengan voucher dan cashback

ilustrasi voucher belanja (freepik.com/almumtazza)

Mendapatkan harga produk yang rendah bukan berarti strategi belanja sudah selesai. Kamu masih bisa mencari voucher toko, gratis ongkir, cashback, atau potongan dari metode pembayaran tertentu. Misalnya, harga barang turun dari Rp500 ribu menjadi Rp400 ribu berdasarkan pemantauan harga.

Kalau kamu mendapatkan voucher tambahan Rp50 ribu, pengeluaran akhirnya bisa menjadi lebih rendah lagi. Kombinasi ini membuat penggunaan price tracker terasa semakin menguntungkan.

Meski begitu, jangan sampai voucher justru membuat kamu membeli barang yang sebenarnya gak diperlukan. Diskon tetap menjadi pengeluaran kalau barangnya hanya berakhir di keranjang atau tersimpan tanpa pernah digunakan. Sebelum checkout, tanyakan apakah barang tersebut memang dibutuhkan dan apakah harga akhirnya masuk akal.

Price tracker sebaiknya menjadi alat untuk membantu mengambil keputusan, bukan alasan untuk terus berburu barang diskon. Kalau pemantauan harga dan kontrol diri bisa berjalan bersama, belanja online tentu terasa lebih menyenangkan.

Belanja pintar gak selalu berarti belanja paling murah

Mendapatkan harga murah bukan soal siapa yang paling cepat menekan tombol checkout. Kamu justru bisa mendapatkan keuntungan lebih besar kalau mau sedikit bersabar dan memahami pola harga sebuah produk. Price tracker memberikan gambaran tentang perjalanan harga sehingga kamu gak hanya terpaku pada angka yang muncul hari ini.

Informasi tersebut bisa membantu menentukan apakah harus membeli sekarang atau menunggu beberapa waktu. Makin mahal barang yang kamu incar, makin terasa manfaat kebiasaan kecil ini.

Jadi, sebelum memasukkan barang ke keranjang, coba cek riwayat harganya terlebih dahulu. Bandingkan beberapa penjual, tentukan harga target, pantau promo, lalu manfaatkan voucher atau cashback yang tersedia.

Kamu mungkin gak selalu mendapatkan harga paling rendah sepanjang masa, tetapi setidaknya keputusan belanjamu menjadi lebih terukur. Siapa tahu barang yang awalnya terasa mahal justru bisa kamu dapatkan di harga yang terasa seperti 'tahun lalu'. Siap mencoba strategi ini sebelum checkout berikutnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article