Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Cara Memanfaatkan AI untuk Menarik Pelanggan, Wajib Dicoba!
ilustrasi memanfaatkan AI untuk menarik pelanggan. (Pexels.com/Ivan S)
  • AI membantu bisnis membuat konten pemasaran lebih relevan, termasuk ide artikel, caption, iklan, dan copywriting yang disesuaikan dengan karakteristik target audiens.
  • Chatbot berbasis AI dapat menjawab pertanyaan umum dengan cepat di situs web atau WhatsApp, sekaligus memberi rekomendasi produk pada tahap awal perjalanan pelanggan.
  • Analisis sentimen AI mengolah ulasan dan komentar untuk menemukan respons pelanggan serta bahan evaluasi, namun tetap memerlukan strategi, data berkualitas, dan pengawasan manusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di tengah persaingan bisnis online yang semakin ketat, menarik perhatian pelanggan tidak cukup hanya dengan menawarkan produk yang bagus. Pelaku usaha juga perlu memahami apa yang konsumen butuhkan yang membuat mereka tertarik untuk melakukan pembelian.

Di sinilah artificial intelligence (AI) dapat dimanfaatkan. AI kini dapat dimanfaatkan dalam berbagai tahap pemasaran, termasuk memprediksi pelanggan yang paling mungkin melakukan pembelian, memberikan rekomendasi produk, membuat variasi copy iklan, hingga menghasilkan komunikasi yang lebih personal.

Lantas, bagaimana cara memanfaatkan AI untuk menarik lebih banyak pelanggan? Simak dalam artikel berikut ini!

1. Buat konten pemasaran yang lebih relevan

ilustrasi belanja online (Pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Konten merupakan salah satu cara utama untuk memperkenalkan bisnis kepada calon pelanggan. Namun, membuat konten secara konsisten terkadang menjadi tantangan, terutama bagi pelaku usaha yang memiliki keterbatasan waktu dan sumber daya.

AI generatif dapat digunakan sebagai brainstorming partner untuk membantu menemukan ide konten. Misalnya, AI dapat diminta membuat daftar ide artikel, caption media sosial, konsep iklan, script video pendek, hingga beberapa alternatif judul yang disesuaikan dengan target audiens.

Misalnya, sebuah bisnis pakaian olahraga ingin mempromosikan produk sepatu lari. Pesan untuk pelari pemula tentu dapat dibuat berbeda dengan pesan untuk pelari berpengalaman. AI dapat membantu membuat variasi copywriting berdasarkan kebutuhan dan karakteristik masing-masing kelompok.

Jika AI digunakan bersama data dan pemahaman terhadap audiens, AI dapat membantu menyampaikan pesan yang terasa lebih relevan bagi calon pelanggan.

2. Optimalkan layanan pelanggan dengan Chatbot

ilustrasi digital marketing (Pexels.com/Mikael Blomkvist)

Calon pelanggan biasanya memiliki banyak pertanyaan sebelum memutuskan membeli sebuah produk. Mereka mungkin ingin mengetahui harga, ketersediaan barang, pilihan ukuran, metode pembayaran, hingga cara melakukan pemesanan. Masalahnya, tidak semua bisnis dapat menyediakan staf yang siap menjawab pertanyaan selama 24 jam. Salah satu solusinya adalah menggunakan chatbot berbasis AI.

Chatbot dapat ditempatkan pada berbagai kanal komunikasi, termasuk situs web maupun aplikasi pesan seperti WhatsApp. Untuk pertanyaan yang bersifat umum dan berulang, chatbot dapat memberikan jawaban secara cepat tanpa pelanggan harus menunggu respons dari staf.

Teknologi ini juga dapat membantu pelanggan memperoleh informasi pada tahap awal customer journey. Misalnya, ketika seseorang bertanya, “Produk apa yang cocok untuk pemula?”, chatbot dapat memberikan beberapa rekomendasi berdasarkan informasi yang diberikan pelanggan.

3. Analisis sentimen untuk mengetahui apa yang dipikirkan pelanggan

ilustrasi analisis sentimen pasar (Pexels.com/ fauxels)

Pelanggan sebenarnya memberikan banyak informasi mengenai sebuah produk melalui ulasan, komentar media sosial, forum, hingga percakapan dengan layanan pelanggan. Tantangannya, informasi tersebut bisa berjumlah sangat banyak sehingga sulit dianalisis secara manual.

AI dapat membantu mengolah kumpulan komentar tersebut untuk menemukan pola tertentu. Salah satunya melalui analisis sentimen. Teknologi ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi apakah komentar pelanggan cenderung positif, negatif, atau netral. AI juga dapat membantu menemukan topik yang paling sering dibicarakan konsumen.

Misalnya, sebuah toko online mendapatkan ribuan ulasan. AI dapat membantu menemukan bahwa banyak pelanggan menyukai desain produknya, tetapi sebagian mengeluhkan waktu pengiriman yang lama. Informasi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi bisnis.

Meski menawarkan banyak manfaat, AI bukanlah solusi instan untuk mendatangkan pelanggan. Penggunaan AI tetap membutuhkan strategi, data yang berkualitas, serta pengawasan manusia.

Pelaku bisnis tetap perlu memeriksa konten hasil AI agar sesuai dengan identitas merek dan tidak mengandung informasi yang keliru. Jadi, gunakan AI secara bijak, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article