Pernah gak kamu berniat membeli satu barang, tetapi akhirnya membawa pulang beberapa barang lain yang sebenarnya gak ada dalam rencana? Awalnya, kamu merasa hanya sedang memenuhi kebutuhan, tetapi setelah diperiksa kembali, sebagian besar belanjaan ternyata dibeli karena tertarik pada model, diskon, atau tren terbaru. Situasi seperti ini bisa membuat pengeluaran membengkak tanpa disadari.
Membedakan kebutuhan dan keinginan memang gak selalu mudah, terutama ketika banyak produk menarik bermunculan di marketplace maupun toko fisik. Sesuatu yang awalnya terasa seperti keinginan juga bisa menjadi kebutuhan dalam situasi tertentu. Supaya gak mudah kalap saat belanja, ada enam cara yang bisa kamu terapkan untuk mengenali perbedaan keduanya.
