Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Saham Alphabet Anjlok 13 Persen, Terburuk Sejak Melantai di Bursa!

4 min read
Saham Alphabet Anjlok 13 Persen, Terburuk Sejak Melantai di Bursa!
ilustrasi kantor Google (unsplash.com/Alban)
  • Saham Alphabet anjlok sekitar 13% pada 29 Oktober 2026 usai laporan kuartal III, menghapus US$482 miliar kapitalisasi pasar—penurunan harian terburuknya sejak melantai pada 2004.
  • Google Cloud membukukan pendapatan US$30,7 miliar, naik 103%, dan Gemini mencapai satu miliar pengguna. Namun, pendapatan Search US$63,3 miliar masih di bawah perkiraan analis.
  • Belanja modal AI Alphabet mencapai US$51,4 miliar pada kuartal III, membuat arus kas bebas negatif US$9,07 miliar dan memicu kekhawatiran investor terhadap biaya investasi teknologi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Alphabet, perusahaan induk Google, mengalami salah satu hari terburuk dalam sejarah perdagangannya pada Kamis, 29 Oktober 2026. Saham perusahaan tersebut anjlok sekitar 13 persen setelah merilis laporan keuangan kuartal III 2026. Penurunan ini menjadi yang terburuk sejak Alphabet melantai di bursa pada 2004.

Kejatuhan saham tersebut menghapus sekitar US$482 miliar dari kapitalisasi pasar Alphabet dalam satu hari. Angka itu menjadi kehilangan nilai pasar harian terbesar kedua yang pernah dialami perusahaan terbuka di Amerika Serikat setelah Nvidia kehilangan sekitar US$593 miliar pada Januari 2025. Kondisi ini menarik perhatian karena bisnis AI Google sebenarnya menunjukkan pertumbuhan pesat, tetapi investor justru mengkhawatirkan biaya investasi dan prospek pendapatannya.

  1. 1. Saham Alphabet kehilangan US$482 miliar dalam sehari

    ilustrasi pergerakan harga
    ilustrasi pergerakan harga (unsplash.com/Maxim Hopman)

    Penurunan saham Alphabet terjadi setelah perusahaan mengumumkan kinerja keuangan kuartal III 2026 yang belum memenuhi sejumlah ekspektasi pasar. Sahamnya melemah sekitar 13 persen pada perdagangan Kamis, 29 Oktober, sekaligus mencatatkan penurunan harian terburuk sejak perusahaan melantai di bursa pada 2004. Kapitalisasi pasar Alphabet juga menyusut sekitar US$482 miliar dalam satu sesi perdagangan.

    Kapitalisasi pasar merupakan total nilai seluruh saham perusahaan yang beredar di pasar dan dihitung berdasarkan harga saham saat itu. Dengan penurunan tersebut, Alphabet mencatatkan kehilangan nilai pasar harian terbesar kedua dalam sejarah perusahaan terbuka Amerika Serikat. Sebagai perbandingan, Nvidia pernah kehilangan sekitar US$593 miliar dalam satu hari pada Januari 2025 ketika kekhawatiran terhadap persaingan AI dari China mengguncang pasar saham teknologi.

  2. 2. Pertumbuhan Google Cloud dan Gemini belum cukup menenangkan investor

    ilustrasi Google Cloud
    ilustrasi Google Cloud (unsplash.com/appshunter.io)

    Salah satu bagian positif dari laporan keuangan Alphabet berasal dari bisnis Google Cloud yang mencatatkan pendapatan sekitar US$30,7 miliar pada kuartal III 2026. Pendapatan tersebut meningkat sekitar 103 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya karena permintaan terhadap layanan komputasi awan dan infrastruktur AI terus berkembang. Google Cloud menyediakan layanan penyimpanan data, komputasi, dan teknologi yang dapat digunakan perusahaan untuk menjalankan berbagai kebutuhan digital.

    Google juga mengumumkan bahwa aplikasi Gemini telah mencapai satu miliar pengguna, menjadikannya salah satu produk dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah perusahaan. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran investor terhadap bisnis utama Google, terutama mesin pencari dan periklanan digital. Pendapatan Google Search dan layanan terkait mencapai sekitar US$63,3 miliar dengan pertumbuhan 12 persen, tetapi masih berada di bawah perkiraan analis pasar sekitar US$64,9 miliar.

  3. 3. Pengeluaran AI membuat arus kas Alphabet tertekan

    ilustrasi pusat data
    ilustrasi pusat data (magnific.com/DC Studio)

    Pengembangan teknologi AI membutuhkan investasi besar, terutama untuk membangun pusat data, membeli chip, dan menyediakan kapasitas komputasi. Alphabet mencatatkan belanja modal atau capital expenditure sekitar US$51,4 miliar pada kuartal III 2026 untuk mendukung pengembangan infrastruktur tersebut. Perusahaan juga memperkirakan total belanja modal sepanjang 2026 mencapai US$195 miliar hingga US$205 miliar.

    Besarnya pengeluaran tersebut ikut menekan free cash flow atau arus kas bebas Alphabet hingga negatif sekitar US$9,07 miliar pada kuartal III 2026. Arus kas bebas merupakan uang tunai yang tersisa setelah perusahaan membayar kebutuhan operasional dan belanja modal untuk menjalankan bisnisnya. Kondisi negatif menunjukkan bahwa pengeluaran perusahaan untuk operasional dan investasi lebih besar daripada kas yang dihasilkan setelah memperhitungkan belanja modal dalam periode tersebut.

  4. 4. Kekhawatiran investasi AI mulai menekan saham teknologi

    ilustrasi artificial intelligence
    ilustrasi artificial intelligence (magnific.com/DC Studio)

    Penurunan Alphabet turut memengaruhi sentimen pasar saham teknologi karena investor mulai memperhatikan besarnya biaya pengembangan AI. Perusahaan teknologi membutuhkan investasi jangka panjang untuk membangun pusat data, menyediakan chip berperforma tinggi, dan mengembangkan model kecerdasan buatan. Namun, investasi tersebut belum tentu langsung menghasilkan pendapatan yang sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

    Tekanan juga terlihat pada Amazon setelah perusahaan tersebut melaporkan pertumbuhan pendapatan Amazon Web Services sebesar 39 persen, tetapi arus kas bebasnya dalam 12 bulan terakhir turun menjadi negatif lebih dari US$42 miliar. Kondisi ini menunjukkan bahwa besarnya investasi infrastruktur AI mulai menjadi perhatian investor di sejumlah perusahaan teknologi besar. Indeks Nasdaq juga turun lebih dari 1 persen pada Kamis, 29 Oktober, ketika pelaku pasar mengevaluasi kembali biaya investasi AI dan laporan keuangan perusahaan teknologi.

    Kejatuhan saham Alphabet memperlihatkan bahwa pertumbuhan teknologi AI tidak selalu diikuti peningkatan kepercayaan investor terhadap kinerja keuangan perusahaan. Google memang berhasil memperluas bisnis Cloud dan meningkatkan jumlah pengguna Gemini, tetapi biaya pengembangan AI serta kinerja periklanan yang belum memenuhi ekspektasi tetap menjadi perhatian pasar. Ke depannya, kemampuan Alphabet mengubah investasi AI menjadi pendapatan dan arus kas yang lebih kuat akan menjadi salah satu faktor penting bagi pergerakan sahamnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More