Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pengangguran Uni Eropa Bertambah 105 Ribu Orang pada September 2026

3 min read
Pengangguran Uni Eropa Bertambah 105 Ribu Orang pada September 2026
ilustrasi bendera Uni Eropa (commons.wikimedia.org/Håkan Dahlström from Malmö, Sweden)
  • Jumlah penganggur di Uni Eropa mencapai 13,773 juta pada September 2026, naik 105 ribu secara bulanan dan 471 ribu secara tahunan, sementara tingkatnya stabil di 6,2 persen.
  • Finlandia mencatat pengangguran tertinggi di UE sebesar 10,5 persen, diikuti Spanyol 10,3 persen; Ceko terendah 2,8 persen. Denmark mengalami kenaikan tingkat terbesar, sedangkan Austria penurunan terbesar.
  • Pengangguran usia muda mencapai 3,022 juta atau 15,5 persen, sementara tingkat perempuan 6,4 persen lebih tinggi daripada laki-laki 6 persen; keduanya tidak berubah secara bulanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Jumlah penganggur pada negara-negara anggota Uni Eropa (UE) yang telah disesuaikan secara musiman bertambah 105 ribu orang menjadi 13,773 juta pada September 2026. Kendati meningkat dari bulan Agustus, tingkat pengangguran kawasan tersebut masih tercatat stabil pada angka 6,2 persen.

Berdasarkan laporan Eurostat yang dirilis pada Jumat (30/10/2026), angka pengangguran pada September 2026 juga meningkat 471 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, tingkat pengangguran pada September 2025 tercatat sebesar 6 persen.

  1. 1. Finlandia tercatat sebagai negara Uni Eropa dengan tingkat pengangguran paling tinggi

    bendera Finlandia
    ilustrasi bendera Finlandia (unsplash.com/Oli Heinola)

    Finlandia mencatat tingkat pengangguran tertinggi di antara negara anggota UE pada September 2026, yakni 10,5 persen dengan 305 ribu orang menganggur. Spanyol berada di urutan kedua dengan 10,3 persen, disusul Swedia sebesar 8,7 persen.

    Sebaliknya, Ceko mencatat tingkat pengangguran terendah sebesar 2,8 persen dengan 154 ribu penganggur. Bulgaria, Malta, dan Polandia menyusul dengan angka yang sama, yaitu 3,4 persen.

    Denmark mengalami selisih kenaikan tingkat pengangguran terbesar, yakni 1 poin persentase, dari 5,8 persen menjadi 6,8 persen. Sementara itu, Austria mencatat selisih penurunan tingkat pengangguran terbesar, yaitu 0,4 poin persentase dibandingkan Agustus 2026 dengan berkurangnya 22 ribu penganggur.

  2. 2. Jumlah penganggur muda Uni Eropa mencapai 3,022 juta orang

    bendera Jerman
    ilustrasi bendera Jerman (pexels.com/Claudio Mota)

    Jumlah penganggur berusia di bawah 25 tahun di UE mencapai 3,022 juta orang pada September 2026. Angka tersebut bertambah 44 ribu dibandingkan Agustus 2026 dan meningkat 45 ribu orang secara tahunan.

    Tingkat pengangguran kelompok usia muda juga naik menjadi 15,5 persen dari 15,4 persen pada bulan sebelumnya. Estonia mencatat persentase tertinggi sebesar 23,9 persen dengan 15 ribu orang menganggur, disusul Finlandia 23,7 persen dan Swedia 23,2 persen.

    Sebaliknya, Jerman mencatat tingkat pengangguran muda paling rendah di UE sebesar 7,5 persen dengan 338 ribu penganggur. Belanda berada di urutan berikutnya dengan 8,8 persen, sedangkan Ceko mencatat angka 8,9 persen.

    Dibandingkan Agustus 2026, Lithuania mengalami selisih kenaikan terbesar sebesar 1,5 poin persentase, dari 12,5 persen menjadi 14 persen. Sementara itu, Ceko mencatat selisih penurunan terbesar, yakni 2,9 poin persentase dengan berkurangnya 10 ribu penganggur. 

  3. 3. Tingkat pengangguran perempuan di Uni Eropa lebih tinggi daripada laki-laki

    bendera Uni Eropa
    ilustrasi bendera Uni Eropa (commons.wikimedia.org/Håkan Dahlström from Malmö, Sweden)

    Tingkat pengangguran perempuan di UE tercatat sebesar 6,4 persen pada September 2026, sedangkan laki-laki sebesar 6 persen. Kedua angka tersebut tidak berubah dibandingkan Agustus 2026.

    Spanyol mencatat tingkat pengangguran perempuan tertinggi sebesar 11,2 persen, disusul Yunani 10,5 persen dan Finlandia 9,9 persen. Sebaliknya, Bulgaria mempunyai tingkat pengangguran perempuan terendah sebesar 3,1 persen, diikuti Malta 3,3 persen dan Polandia 3,5 persen.

    Untuk kelompok laki-laki, Finlandia mencatat tingkat pengangguran tertinggi sebesar 11,1 persen, disusul Spanyol 9,4 persen. Swedia dan Prancis berada di posisi berikutnya dengan angka yang sama, yakni 8,6 persen. Sementara itu, Ceko memiliki tingkat pengangguran laki-laki terendah sebesar 2,1 persen, diikuti Polandia 3,2 persen dan Slovenia 3,3 persen.

    Eurostat menyusun tingkat pengangguran berdasarkan standar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dengan menghitung penduduk berusia 15 — 74 tahun yang tidak bekerja, bersedia untuk mulai bekerja dalam dua minggu ke depan, dan aktif mencari pekerjaan dalam empat minggu terakhir. Tingkat pengangguran dihitung berdasarkan jumlah penganggur dibandingkan total angkatan kerja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More