Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Cara Membuat Uang Belanja Bertahan sampai Akhir Bulan

5 min read
6 Cara Membuat Uang Belanja Bertahan sampai Akhir Bulan
ilustrasi uang (pexels.com/Karolina Grabowska)
  • Pisahkan uang belanja dari tabungan, cicilan, dan kebutuhan lain agar batas pengeluaran harian lebih jelas sejak awal bulan.
  • Bagi anggaran belanja menjadi jatah mingguan, buat daftar kebutuhan, serta batasi pengeluaran kecil agar promo dan pembelian spontan tidak menguras saldo.
  • Cek stok makanan di rumah sebelum berbelanja dan sisihkan dana minggu terakhir sejak awal untuk kebutuhan makan, transportasi, tagihan kecil, atau keperluan mendadak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah merasa uang belanja baru saja diterima, tetapi tiba-tiba sudah tinggal sedikit padahal akhir bulan masih jauh? Masalahnya kadang bukan karena penghasilan terlalu kecil, melainkan karena uang belanja gak punya batas yang jelas sejak awal. Pengeluaran kecil yang terasa sepele justru bisa menumpuk dan membuat saldo cepat menyusut.

Supaya kondisi ini gak terus berulang, kamu perlu mengatur uang belanja berdasarkan kebutuhan nyata, bukan sekadar memperkirakan sisa uang di rekening. Caranya juga gak harus rumit atau membuat hidup terasa serba dibatasi. Berikut beberapa langkah sederhana yang bisa kamu coba supaya uang belanja lebih awet sampai akhir bulan.

  1. 1. Pisahkan uang belanja dari uang untuk kebutuhan lain

    6 Cara Membuat Uang Belanja Bertahan sampai Akhir Bulan
    ilustrasi uang (pexels.com/Jonathan Borba)

    Kesalahan yang cukup umum adalah mencampur semua uang dalam satu rekening atau satu dompet. Ketika uang kebutuhan sehari-hari bercampur dengan uang tabungan, cicilan, atau dana untuk keperluan lain, kamu jadi lebih sulit mengetahui berapa sebenarnya batas yang boleh dibelanjakan. Saldo yang masih terlihat banyak juga bisa membuat kamu merasa masih aman untuk membeli sesuatu.

    Cobalah menentukan nominal khusus untuk belanja sejak awal bulan. Setelah itu, pisahkan uang tersebut dari dana lain, baik melalui rekening berbeda, dompet digital khusus, maupun amplop fisik jika kamu lebih nyaman menggunakan uang tunai. Begitu batasnya jelas, kamu akan lebih mudah menahan diri ketika uang belanja mulai menipis.

  2. 2. Bagi uang belanja menjadi jatah mingguan

    6 Cara Membuat Uang Belanja Bertahan sampai Akhir Bulan
    ilustrasi uang (pexels.com/adrian vieriu)

    Menyediakan seluruh uang belanja untuk digunakan selama sebulan terdengar praktis, tetapi cara ini bisa membuat pengeluaran sulit dikontrol. Di minggu pertama, kamu mungkin masih merasa punya banyak uang sehingga lebih leluasa membeli ini dan itu. Tanpa terasa, memasuki minggu ketiga justru mulai sibuk menghitung sisa saldo.

    Supaya lebih aman, bagi uang belanja menjadi empat atau lima bagian sesuai jumlah minggu dalam satu bulan. Misalnya, kamu menyiapkan Rp2 juta untuk kebutuhan belanja, maka uang tersebut bisa dibagi menjadi sekitar Rp500 ribu per minggu. Kalau ada sisa pada minggu tertentu, jangan langsung dianggap sebagai uang tambahan untuk jajan, tetapi bisa disimpan sebagai cadangan.

  3. 3. Buat daftar kebutuhan sebelum pergi belanja

    6 Cara Membuat Uang Belanja Bertahan sampai Akhir Bulan
    ilustrasi uang (pexels.com/Alex P)

    Belanja tanpa daftar membuat kamu lebih mudah mengambil barang yang sebenarnya gak terlalu dibutuhkan. Apalagi ketika melihat promo, diskon, atau tulisan 'beli dua lebih murah', keputusan membeli bisa terasa masuk akal meski barang tersebut belum tentu diperlukan. Satu atau dua barang tambahan mungkin terlihat kecil, tetapi kalau dilakukan berkali-kali, jumlahnya bisa cukup besar.

    Sebelum pergi belanja, luangkan beberapa menit untuk mengecek isi rumah terlebih dahulu. Catat bahan makanan, perlengkapan rumah, atau kebutuhan lain yang memang sudah habis dan perlu dibeli. Saat berada di toko, usahakan tetap berpegang pada daftar tersebut agar uang belanja digunakan untuk kebutuhan yang sudah direncanakan.

  4. 4. Tentukan batas untuk pengeluaran kecil

    6 Cara Membuat Uang Belanja Bertahan sampai Akhir Bulan
    ilustrasi uang (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Kopi, camilan, ongkos tambahan, biaya admin, atau makanan yang dipesan secara spontan mungkin cuma menghabiskan belasan hingga puluhan ribu rupiah. Masalahnya, pengeluaran seperti ini bisa muncul hampir setiap hari tanpa terasa sebagai pengeluaran besar. Kalau dikumpulkan selama sebulan, nominalnya bisa jauh lebih besar daripada yang kamu bayangkan.

    Kamu gak harus langsung menghilangkan semua pengeluaran kecil tersebut. Lebih realistis kalau kamu membuat batas, misalnya menentukan maksimal uang jajan harian atau mingguan. Ketika jatahnya sudah habis, kamu bisa memilih menunggu sampai periode berikutnya daripada mengambil uang dari kebutuhan lain.

  5. 5. Manfaatkan stok yang sudah ada di rumah

    ilustrasi uang (pexels.com/Pixabay)
    ilustrasi uang (pexels.com/Pixabay)

    Salah satu cara paling sederhana menghemat uang belanja adalah menggunakan apa yang sudah tersedia. Coba periksa kulkas, freezer, lemari makanan, sampai persediaan bumbu sebelum membuat daftar belanja berikutnya. Kadang masih ada bahan yang cukup untuk beberapa kali makan, tetapi kita tetap membeli bahan baru karena lupa mengeceknya.

    Kamu juga bisa membuat menu berdasarkan bahan yang sudah tersedia supaya gak ada makanan yang terbuang. Misalnya, sayuran yang hampir layu bisa diprioritaskan untuk dimasak lebih dulu, sementara stok lauk di freezer bisa disesuaikan dengan menu beberapa hari ke depan. Selain menghemat uang, kebiasaan ini juga membantu mengurangi pembelian impulsif karena kamu tahu apa yang sebenarnya masih ada di rumah.

  6. 6. Sisakan uang untuk minggu terakhir sejak awal

    ilustrasi uang (pexels.com/MART PRODUCTION)
    ilustrasi uang (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Banyak orang baru memikirkan kebutuhan akhir bulan ketika uang sudah hampir habis. Padahal, minggu terakhir justru bisa terasa paling berat karena masih ada kebutuhan makan, transportasi, tagihan kecil, atau keperluan mendadak yang belum diperhitungkan. Kalau seluruh uang sudah habis di awal dan pertengahan bulan, kamu akhirnya harus mengambil dari tabungan atau mencari sumber uang lain.

    Karena itu, anggap uang untuk minggu terakhir sebagai uang yang memang gak boleh disentuh terlalu cepat. Setelah menerima uang belanja, langsung sisihkan bagian untuk kebutuhan akhir bulan dan jangan memasukkannya ke dalam anggaran minggu pertama. Cara sederhana ini bisa menjadi semacam 'rem' supaya kamu gak merasa punya seluruh uang untuk digunakan sejak awal bulan.

    Mengatur uang belanja bukan berarti kamu harus berhenti menikmati hal-hal kecil yang kamu suka. Kuncinya justru membuat batas yang jelas supaya kebutuhan utama tetap aman tanpa membuat kamu merasa terus-menerus kekurangan. Ketika tahu berapa uang yang boleh digunakan setiap minggu, keputusan belanja biasanya jadi lebih tenang dan gak terlalu impulsif.

    Kalau selama ini uang belanja sering habis sebelum waktunya, gak perlu langsung membuat aturan yang terlalu ketat. Mulai saja dari satu kebiasaan, misalnya membagi uang menjadi jatah mingguan atau mencatat pengeluaran kecil selama tujuh hari. Dari situ, kamu bisa melihat bagian mana yang paling banyak menguras uang dan memperbaikinya sedikit demi sedikit.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More