Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cegah Jalur Kereta Terendam Saat Mudik, Tanggul di Jateng Diperkuat
Sebuah loko kereta melintas darurat untuk mengecek kondisi rel yang tergenang banjir di sekitar Stasiun Pekalongan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (17/1/2026). (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)
  • Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat tanggul di titik rawan banjir dekat jalur kereta Jawa-Jakarta untuk mencegah rel terendam dan menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
  • Selain pengendalian banjir, perbaikan jalan nasional difokuskan agar lebih aman bagi pemudik motor, mengingat sebagian besar kendaraan roda empat diprediksi memilih jalur tol.
  • Proyek peninggian jalan, perbaikan lubang, dan penguatan struktur di koridor Pantura ditargetkan rampung H-10 Lebaran 2026 demi memastikan seluruh jalur siap dilalui pemudik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menginstruksikan penguatan tanggul di titik rawan banjir yang berdekatan dengan jalur kereta api Jawa-Jakarta. Langkah tersebut diambil buat mencegah rel terendam saat hujan deras, seperti yang sebelumnya pernah terjadi di wilayah Pekalongan dan Grobogan.

“Kereta api merupakan salah satu alat transportasi yang paling utama bagi masyarakat yang mudik ke arah Jawa dan Jakarta. Jadi penanganan tanggul harus betul-betul kita perkuat agar rel tidak terendam saat hujan deras," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

1. Antisipasi banjir di jalur mudik strategis

ilustrasi rel kereta (pexels.com/Hinrich Oltmanns)

Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mulai memperkuat tanggul dan menormalisasi sungai di area yang bersinggungan dengan jalur kereta api serta jalan nasional. Selain itu, kapasitas drainase ditingkatkan dan sistem pompa dioptimalkan agar debit air saat hujan tinggi cepat teralirkan.

Langkah tersebut diambil untuk menjamin operasional transportasi tidak terganggu banjir, sehingga arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Tengah dipastikan lebih aman dan lancar.

2. Perbaiki jalan nasional untuk pemudik motor

Perbaikan sementara jalan berlubang di Kota Tangerang (Dok. Pemkot Tangerang)

Kementerian PU kini tengah mematangkan kesiapan infrastruktur di Jawa Tengah demi menjamin keamanan arus mudik Lebaran 2026. Fokus perbaikan tidak hanya pada pengendalian banjir, tetapi juga kemantapan jalan nasional.

​Perhatian ekstra harus diberikan pada jalan nasional yang menjadi jalur utama bagi pemudik roda dua. Mayoritas kendaraan roda empat atau sekitar 70 persen masyarakat diprediksi akan memilih jalan tol, sehingga beban jalan nasional akan didominasi oleh motor.

"Karena itu saya minta teman-teman balai di Jawa Tengah untuk lebih fokus bagaimana jalan nasional kita ini lebih ramah kepada pengendara," tuturnya.

3. Target rampung H-10 Lebaran 2026

Ilustrasi jalan nasional (Dok. Kementerian PUPR)

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta tengah mempercepat berbagai proyek strategis, mulai dari perbaikan lubang, overlay, hingga penguatan struktur jalan di ruas-ruas utama.

Di koridor Pantura seperti Kaligawe dan Trengguli, peninggian badan jalan dan penggunaan beton mutu tinggi terus dikejar agar seluruh jalur sudah fungsional dan siap dilalui pemudik paling lambat 10 hari sebelum Lebaran 2026.

​Tak hanya fokus pada aspal, petugas juga intensif melakukan pembersihan drainase, penguatan bahu jalan, hingga pemasangan marka dan rambu keselamatan.

Guna mencegah kemacetan selama proses pengerjaan, Kementerian PU bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengatur lalu lintas agar kapasitas jalan tetap optimal bagi pengendara.

Editorial Team